Penerimaan Zakat di Pijay Rp 3 M setiap tahun

DPRK Pijay Minta Aparat Penegak Hukum Usut Praktik Main Gasak Zakat di Baitul Mal

·
DPRK Pijay Minta Aparat Penegak Hukum Usut Praktik Main Gasak Zakat di Baitul Mal
Balai pengajian atau Dayah Safinatul Huda Al Mubarakah milik Ketua Baitul Mal Pidie Jaya, Marzuki M Ali, di Gampong Rului Mangat, Kecamatan Jangka Buya. (sinarpidie.co/M Rizal).

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie Jaya dari zakat dan infaq tak kurang dari Rp 3 miliar setiap tahun. Rp 3 miliar tersebut berasal dari pembayaran zakat PNS dan kontraktor. Rekening zakat adalah Bank Aceh 085.01.02.590109-2.

sinarpidie.co - Wakil Ketua DPRK Pijay, Hasan Basri ST MM, mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan tiga komisioner Baitul Mal Kabupaten (BMK) Pidie Jaya yang menggasak hak zakat gharim. "Ini harus diusut. Jika bisa komisioner-komisoner tersebut harus dicopot dan diberhentikan. Kita akan panggil mereka," kata Hasan Basri, Kamis, 11 Februari 2021.

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya akan memanggil jajaran BMK Pidie Jaya untuk mempertanggungjawabkan praktik lancung tersebut.

"Praktik seperti itu salah. Tapi agar tidak berprasangka maka akan kita panggil mereka. Jikapun menerima hak garim dibenarkan secara aturan, tapi secara etika sama sekali tidak patur," kata Nazaruddin SPdI, anggota Komisi A DPRK Pijay, pada sinarpidie.co, Kamis, 11 Februari 2021. "Nanti kita akan lihat tata tertib BMK, apakah praktik yang telah dilakukan tersebut mengandung pelanggaran etik. Rekomendasinya akan kita sampaikan ke bupati."

Diberitakan sebelumnya, Ketua Baitul Mal Kabupaten (BMK) Pidie Jaya, Teungku Marzuki M Ali, diduga menyikat zakat gharim 2020 senilai Rp 7 juta. Istrinya, Ummi Tihajar, juga mengantongi zakat gharim senilai Rp 7,5 juta. Selain pasangan suami-istri ini, dua komisioner Baitul Mal Pidie Jaya lainnya— Jamaluddin M Ali dan Muhammad Isnaini— juga tak ingin ketinggalan. Zakat gharim yang mereka gasak masing-masing Rp 5 juta.

Total zakat gharim yang terkumpul di BMK Pidie Jaya pada 2020 senilai Rp 47.763.000. Zakat tersebut lalu diperuntukkan untuk 12 penerima.

Ketua BMK Pidie Jaya, Marzuki M Ali, berdalih bahwa ia dan istrerinya serta dua anggota komisioner lainnya menerima zakat gharim atas nama lembaga atau balai pengajian.

Kata Marzuki, karena semenjak balai pengajian atau Dayah Safinatul Huda Al Mubarakah, yang ia dirikan di Gampong Rului Mangat, Kecamatan Jangka Buya, tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, ia lantas mengambil zakat gharim untuk melunasi hutang balai pengajian miliknya itu. "Gharim artinya penerima zakat yang mempunyai utang. Jadi, setelah mendirikan balai pengajian, balai pengajian terhutang. Jadi kami ambil zakat gharim," kata Teungku Marzuki, Selasa, 9 Februari 2021.

Terkait istrinya, Ummi Tihajar, yang juga mendapatkan zakat gharim, Teungku Marzuki mengatakan bahwa sang istri juga mempunyai balai pengajian sendiri yang saat ini juga sedang terlilit hutang. "Dalam permohonan, kami mengajukan diri atas nama pimpinan balai pengajian,” katanya. "Sebelumnya, kami tidak mengambil zakat apapun.”

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie Jaya dari zakat dan infaq tak kurang dari Rp 3 miliar setiap tahun, penerimaan zakat sebesar Rp 2,2 miliar dan penerimaan infaq sebesar Rp 800 juta. Rp 3 miliar tersebut berasal dari pembayaran zakat PNS dan kontraktor. Rekening zakat Baitul Mal adalah Bank Aceh 085.01.02.590109-2.

Untuk kontraktror, proyek dengan nilai kurang dari Rp 300.000.000, dikenakan infaq sebesar 1 persen dari keuntungan atau 1 persen dari nilai kontrak. Sementara, untuk kontrak yang nilainya lebih dari Rp 300.000.000 dikenakan zakat sebesar 2,5 persen dari nilai keuntungan atau 2,5 persen dari nilai kontrak. []

 

Loading...