DPRK Pidie Nilai Terdapat Potensi Kerugian Negara dalam Proyek Pembangunan TKN Mila

·
DPRK Pidie Nilai Terdapat Potensi Kerugian Negara dalam Proyek Pembangunan TKN Mila
Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Mila, atau yang memiliki nama lainnya TK Pelita Hati, yang terletak di Gampong Kumbang, Kecamatan Mila, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co — Pansus I  hingga  Pansus V DPRK Pidie, dalam rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Pidie Tahun Anggaran 2020 dan Pembentukan Pansus LHP BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Tahun Anggaran 2020, meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pidie tidak asal menggunakan jasa pihak ketiga dalam bidang perencanaan dan pengawasan.

“DPRK Pidie merekomendasikan agar dinas pendidikan melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan pembangunan fisik di sekolah-sekolah dalam Kabupaten Pidie, karena mengingat masih banyak terdapat pembangunan fisik yang masih kurang sempurna dilaksanakan oleh pihak ketiga yang mengakibatkan kerugian daerah, seperti pelaksanaan pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak Negeri Kecamatan Mila yang beritanya sempat mencuat di media,” kata Muhammad, anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh, saat membacakan Rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Pidie Tahun Anggaran 2020 dan Pembentukan Pansus LHP BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Pidie Tahun Anggaran 2020, Senin, 31 Mei 2021 di Gedung DPRK Pidie.

Baca juga:

Diberitakan sinarpidie.co sebelumnya, bangunan TKN Mila, yang dibangun CV Blang Pulo dengan nilai kontrak Rp 656.569.000, belum sepenuhnya layak digunakan sebagai tempat belajar-mengajar. Pasalnya, dari empat ruangan kelas yang dibangun, hanya dua ruangan yang berlantai dengan ubin keramik, sedangkan lantai di dua ruangan lainnya masih berupa adukan semen kasar. Bahkan, selasar yang rencananya akan dibangun mengelilingi gedung seluas 256 m² itu hanya dibangun di teras depan.

Selain itu, TK tersebut juga tidak dilengkapi dengan kamar mandi, dan cat di dinding sudah mulai memudar meski belum satu tahun selesai dibangun.

“Masalah di TKN Pelita Hati atau TKN Mila ada pada kontur tanah, di mana untuk pembangunan pondasi, rekanan harus mengeruk tanah menggunakam eksavator agar lebih dalam. Struktur tanah di sana adalah tanah sekam maka pengerjaan sekolah tersebut tidak sempurna,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pidie, Drs Ridwandi, Jumat, 28 Mei 2021. “Untuk cat yang sudah tergelupas, kita akan meminta rekanan mengecat ulang bangunan tersebut. Masa pemeliharaan masih ada hingga Juni 2021.” []

Loading...