DPMPTSP Pidie Keluarkan IMB Ruko tanpa SPPL

·
DPMPTSP Pidie Keluarkan IMB Ruko tanpa SPPL
Satu unit rumah toko (ruko) di Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie tepatnya di depan Water Riding, dibangun di atas saluran drainase dan menutup salah satu gang atau lorong di gampong setempat. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Satu unit rumah toko (ruko) di Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, tepatnya di depan Water Riding, dibangun di atas saluran drainase dan menutup salah satu gang atau lorong di gampong setempat.

Warga gampong setempat yang identitasnya enggan dituliskan mengatakan ruko tersebut rencananya akan digunakan sebagai tempat penangkaran burung walet. “Saya merasa yang paling aneh itu kenapa bisa IMB-nya keluar. Yang saya tahu, kalau mau bangun bangunan untuk pelihara burung walet, itu harus ada izin lingkungan,” kata dia, Senin, 9 Maret 2020.

Kepala Bidang Pemantauan dan Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Murdani, mengatakan penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) ruko tersebut cacat prosedur karena tanpa disertai Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

“Kesalahan prosedur itu karena tidak ada SPPL dari Dinas Lingkungan Hidup tapi IMB keluar,” kata Murdani, Senin, 9 Maret 2020. “Kami terkejut saat mengetahui IMB sudah keluar. Setelah itu baru datang seseorang ke kantor DLH Pidie untuk mengurus SPPL, tetapi SPPL tidak bisa dikeluarkan lagi karena IMB sudah keluar.”

Sementara, Kepala Bidang Penyelenggaraan, Pelayanan, Perizinan dan Non-Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pidie Nurliana SH, yang dihubungi sinarpidie.co melalui sambungan telepon selular, enggan mengomentari hal itu. “Ya, IMB-nya sudah keluar,” kata Nurliana SH, menolak untuk memberi jawaban lebih lanjut.

IMB tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nomor 503.04.01.017/12/2019 tertanggal 13 Desember 2019 dan diberikan pada Ir Hamdani untuk membangun satu unit ruko tiga lantai seluas 110,25 m2 di atas tanah 89 m2.

Pada kolom jenis bangunan gedung dalam keputusan tersebut tertulis bahwa gedung tersebut dipergunakan untuk rumah tinggal dan ruko, bukan sebagai tempat penangkaran burung walet.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari pemohon izin, Ir Hamdani. Dihubungi via telepon selular, panggilan tersebut dijawab oleh seseorang yang mengaku sebagai anak buahnya. “Binatang apa itu SPPL saya saja tidak tahu,” jawabnya. []

Loading...