Disperindagkop Pijay: Ada 201 Unit Koperasi dan 7077 Usaha Mikro di Pijay

·
Disperindagkop Pijay: Ada 201 Unit Koperasi dan 7077 Usaha Mikro di Pijay
Kantor Disperindagkop Pijay. (sinarpidie.co/Dicky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Hingga Maret 2018, terdapat sekitar 201 unit koperasi aktif dan berbadan hukum di Pidie Jaya. Koperasi-koperasi tersebut bergerak di berbagai bidang seperti, pertanian, peternakan, perkebunan, dan koperasi serba usaha. Di samping itu, ada 7077 usaha mikro di Pidie Jaya.

“Itu terdiri dari berbagai bidang, dominannya di bidang serba usaha, kalau secara umum, banyak lagi mungkin,” kata Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperidagkop) Pidie Jaya, Safwan SE MSi, Jumat 2 Maret 2018.

Keberadaan usaha mikro, kata Safwan, sangat berpengaruh bagi ekonomi Pijay.

“Berbicara ekonomi, secara otomatis pengaruhnya bagus bagi Pijay. Sektor yang paling dominan ya jualan,” ungkapnya.

Dikutip dari buku Pidie Jaya dalam Angka 2017, yang dirilis BPS kabupaten setempat, hingga 2016, jenis industri makanan, minuman dan tembakau memiliki persentase kontribusi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja dan omset industri dengan persentase sebesar 68,70 persen dan 66,84 persen. Sebanyak 61,80 persen dari jumlah unit usaha di Kabupaten Pidie Jaya bergerak pada jenis industri tersebut.

Hanya saja, untuk saat ini, pelaku usaha kecil-menengah di Pidie Jaya belum mampu mengakses pembiayaan atau pinjaman dana bergulir pada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). LPDB-KUMKM sendiri merupakan satuan kerja pada Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kendalanya para pelaku usaha di tempat kita tidak tertib dalam melakukan pembukuan, sehingga kurang mendapat kepercayaan dari tim kementrian koperasi,” sebut Safwan.

Dilansir dari detik.com, hingga  31 Agustus 2017, LPDB telah memproses penyaluran dana bergulir senilai Rp 793,95 M. Total realisasi dari tahun 2008 sampai dengan 31 agustus 2017 sebesar Rp 8.49 T di seluruh Indonesia.

Di lain pihak, Dirut LPDB Kemenkop UMKM H Kemas Danial pernah mengungkapkan, kurangnya animo masyarakat  memanfaatkan dana LPDB di sejumlah kabupaten di Indonesia dikarenakan kurangnya sosialisasi dari dinas setempat.

"Malah dinas koperasinya sendiri belum ada gerakan. Kami tidak mungkin dengan keterbatasan waktu melakukan sosialisasi per kabupaten seluruh Indonesia. Seperti dinas setempat kurang melakukan sosialisasi di wilayah ini, seharusnya bertanggung jawab dinas perindag dan koperasi ini kan binaan mereka semua, bukan binaan LPDB. LPDB hanya memperkuat permodalan," kata Danial, seperti dilansir dari tribunnews.com.

 Reporter: Dicky Zulkarnen

Loading...