Penanganan dampak ekonomi selama pandemi

Disperindagkop Pidie Akan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha Senilai Rp 500 Juta Pekan Depan

·
Disperindagkop Pidie Akan Salurkan Bantuan Peralatan Usaha Senilai Rp 500 Juta Pekan Depan
Seorang petani garam di Gampong Ceubrek, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, sedang bekerja di tambak garamnya. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pidie akan menyalurkan bantuan peralatan bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 sebesar Rp 500 juta pada pekan depan.

Sekretaris Disperindagkop-UKM Pidie, Dra Mardaini, mengatakan alasan keterlambatan penyaluran bantuan tersebut karena kegiatan tersebut masuk ke dalam APBK-P Pidie 2020.  “Sebelum tutup buku anggaran, program ini sudah selesai disalurkan,” kata Mardaini, Rabu, 9 Desember 2020.

Mardaini merincikan, total anggaran Rp 500 juta ini dialokasikan untuk tiga bidang usaha, di antaranya pengadaan barang dan peralatan untuk pengembangan usaha kuliner Rp 190.000.000, pengadaan barang dan peralatan untuk pengembangan usaha kue tradisional Rp 115.000.000, dan pengadaan barang dan peralatan untuk pengembangan usaha garam rakyat Rp 195.000.00.

“Bantuan untuk usaha industri garam akan diberikan untuk empat kelompok usaha yang terletak di Blang Paseh, Peukan Sot, Ceubrek dan Kembang Tanjong. Lalu, bantuan untuk kelompok pembuatan kue tradisional dan usaha kuliner akan diberikan untuk sejumlah kelompok yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Pidie,” kata Mardiani. “Jenis alat yang akan dibantu untuk usaha garam ialah berupa belanga, sementara bantuan untuk usaha kue tradisional dan usaha kuliner akan diberikan alat-alat pembuatan kue."

Para penerima bntuan ini, kata Mardaini, telah terdata di Disperindagkop Pidie sebelumnya. "Data tersebut berupa data usaha yang pernah mengajukan proposal bantuan ke Disperindagkop Pidie," sebutnya lagi.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari anggaran senilai Rp 800 juta untuk penanganan dampak ekonomi berupa stimulus penguatan modal UMKM, hasil refocussing kegiatan untuk penanganan Covid-19.  "Yang disetujui hanya Rp 500 juta," tutupnya. []

Loading...