Direktur TCD: Tenaga Kesehatan di IGD yang Bekerja sampai Pagi harus Dibayar dengan Layak

·
Direktur TCD: Tenaga Kesehatan di IGD yang Bekerja sampai Pagi harus Dibayar dengan Layak
Rapat antara RSUD TCD dan Komisi IV DPRK Pidie, Selasa, 12 Januari 2021, di gedung DPRK kabupaten setempat. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Pembayaran jasa pelayanan kesehatan pada tenaga kesehatan dan tenaga medis di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli dilakukan berdasarkan sistem e-kinerja atau logbook. Hal itu dikatakan Direktur RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli, dr Muhammad Yassir Sp An, dalam rapat Komisi IV DPRK Pidie, Selasa, 12 Januari 2021, di gedung DPRK kabupaten setempat.

“Jangan mengambil contoh kasus dari dokter yang tidak bekerja. Karena sejak penerapan sistem logbook, semua kinerja  dokter terpantau secara terukur. RS membayar jasa berdasarkan kinerja. Sistem tersebut mengukur seseorang dari kinerjanya. Tidak ada urusan dengan dokter yang senior dan junior. Semua dinilai secara terukur dan transparan,” kata Yassir, menjawab pertanyaan Ketua Komisi IV DPRK Pidie, Teuku Mirza Jamil, tentang penyebab beberapa dokter di rumah sakit tersebut yang mengeluhkan rendahnya pendapatan jasa pelayanan kesehatan yang mereka terima.

Menurut Yasir, masih banyak tenaga kesehatan, yang mengemban tugas-tugas yang berat di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli, yang harus dibayar secara layak. “Contohnya tenaga kesehatan di IGD. Mereka harus bekerja sampai pagi dalam melayani pasien. Mereka ini harus dibayar secara layak dibandingkan dengan dokter-dokter yang selama ini tidak bekerja,” tuturnya.

Baca juga:

Yassir membuka diri pada ketua dan anggota Komisi IV DPRK Pidie untuk melakukan pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pihaknya di RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli. “Hal ini penting dilakukan oleh wakil rakyat agar RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli semakin baik dalam memberikan pelayanan pada pasien. Wajar jika selama ini ada tenaga medis yang sudah puluhan tahun bekerja dan selama ini memperoleh pendapatan yang besar, tapi kemudian terusik dengan kebijakan baru,” tuturnya.

Pertemuan tersebut berlangsung selama dua jam, sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Untuk diketahui, nilai piutang klaim BPJS pada RSUD Teungku Chik Ditiro Sigli per 31 Desember 2019 adalah Rp 45.063.557.938. Per 31 Desember 2018, nilai piutang klaim BPJS pada rumah sakit tersebut adalah Rp 57.559.949.974. []

Loading...