Direktur RSUD TCD: Makan Siang Satpam bukanlah Hal yang Perlu Dibesar-Besarkan

·
Direktur RSUD TCD: Makan Siang Satpam bukanlah Hal yang Perlu Dibesar-Besarkan
RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co — Penempatan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) di RSUD Teungku Chik di Tiro (TCD) Sigli merupakan permintaan rumah sakit tersebut. Direktur RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, dr Muhammad Yassir SpAn, mengatakan keberadaan personel Satpol-PP di rumah sakit tersebut untuk melakukan penertiban dan penjagaan di luar pekarangan rumah sakit. “Satpam bertugas untuk penjagaan internal atau di dalam. Untuk penjagaan di luar, itu bukan wewenang kita. Kita meminta mereka (Satpol PP-red) menjamin kondisi di luar pekarangan rumah sakit bersih. Sekarang coba lihat, sudah bersih dan tidak semerawut. Itu juga bagian dari pelayanan. Pasien dan keluarga pasien yang masuk ke UGD itu tidak lagi terhalang pedagang kaki lima,” kata dr Yassir, Senin, 30 September 2020 di Pendopo Bupati Pidie, disela-sela peresmian tiga ambulans RSUD yang diadakan tahun ini.

Disinggung tentang dua puluh petugas keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Chik di Tiro Sigli yang merasa diperlakukan berbeda dengan personel Satpol PP yang memperoleh makan siang, dr Yassir menjawab, “Kita jangan melihat hal-hal yang simpel seperti itu (makan siang-red), tapi kita lihat bagaimana memberikan pelayanan. Harusnya itu (makan siang-red) bukanlah sebuah hal yang perlu dibesar-besarkan. Yang paling penting adalah bagaimana keteraturan dan ketertiban bisa terlaksana. Justru selama ada Satpol-PP rumah sakit sudah sangat teratur.”

Diberitakan sebelumnya, 20 petugas keamanan (Satpam) di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli mengeluhkan perlakukan diskriminatif terhadap mereka, di mana personel Satpol PP memperoleh makan siang, sedangkan mereka tidak.

Baca juga:

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Sat Pol PP-WH) Pidie, Drs Iskandar Abbas MSi, mengatakan terdapat enam petugas Satpol PP Pidie yang ditempatkan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli sejak pertengahan November 2020 lalu. "Dalam sehari, ada tiga anggota Satpol PP yang bertugas di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli,  dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Selang-seling,” kata dia, Sabtu, 28 November 2020 lalu.

Penugasan anggota Satpol PP tersebut di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli, kata Iskandar, masih tahap uji coba. “Belum ada kontrak kerjasama. Seharusnya di semua SKPK harus ada Satpol PP. Untuk honorarium setiap anggota di rumah sakit Rp 500 ribu per bulan,” kata dia. []

Loading...