Kesehatan

Dinkes Pidie Catat 54 Kasus HIV/AIDS di Pidie

·
Dinkes Pidie Catat 54 Kasus HIV/AIDS di Pidie
Sumber ilustrasi apa.org.

sinarpidie.co—Dinas Kesehatan Pidie mencatat sebanyak 54 warga Pidie positif HIV/AIDS.  Penemukan kasus per tahun tercatat sejak 2006 lalu. Pada 2006 satu kasus, 2007 nol kasus, 2008 satu kasus, 2009 dua kasus, 2010 dua kasus, 2011 empat kasus, 2012 nol kasus, 2013 dua kasus, 2014 tujuh kasus, 2015 dua kasus, 2016 sepuluh kasus, 2017 tujuh kasus, 2018 dua belas kasus, dan per Oktober 2019 empat kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Said Ikhsan SKM, mengatakan, kelompok rentan HIV/AIDS tertinggi adalah heteroseksual (hubungan intim lelaki dan perempuan) sebanyak 28 kasus.

“Disusul pasangan gay atau lelaki dengan lelaki sebanyak tujuh kasus. Enam kasus heteroseksual plus narkoba suntik atau Injecting Drug User (IDU), 10 kasus pada pasangan suami istri, dan 1 kasus lewat transfusi darah,” kata Said Ikhsan pada sinarpidie.co, Kamis, 21 November 2019.

Berdasarkan kelompok usia, kata Said Ikhsan, usia 30-39 tahun adalah kelompok yang paling tinggi, yakni 24 kasus. Lalu, kelompok usia 40-49 tahun 16 kasus. “Dan kelompok usia 20-29 tahun 14 kasus,” sebutnya. “

Kata dia lagi, sebaran penderita HIV/AIDS merata di 23 kecamatan di Pidie dengan angka penderita paling tinggi terdapat di Kecamatan Pidie, yakni 12 kasus. “Kecamatan Mutiara Timur 5 kasus, Kecamatan Glumpang Tiga 4 kasus, Sakti 4 kasus, Kota Sigli 4 kasus, Titeue 3 kasus, Mila 3 kasus, dan kecamatan lainnya 1 dan 2 kasus,” kata dia. “Pada 2018, dari 12 kasus, 2 terdeteksi HIV dan 10 sudah AIDS. 4 di antaranya sudah meninggal dunia.”

Faktor utama bertambahnya angka kasus HIV/AIDS di Pidie, menurutnya, disebabkan oleh mobilitas penduduk Pidie. Selain itu, penularan dari pasangan, hubungan seks terselubung dari kelompok risiko, dan kurangnya pengetahuan tentang pencegahan, penularan, dan penanggulangan HIV/AIDS di tengah-tengah masyarakat.

“Pendidikan agama serta ketahanan keluarga yang paling penting. Kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat di instansi pendidikan, Lapas, dan lain-lain. Untuk saat ini tes darah HIV dapat dilakukan di RSUD Teungku Chik di Tiro Sigli secara gratis. Tes darah satu-satunya untuk mendeteksi HIV. Untuk saat ini, Pidie belum memiliki perawatan dukungan pengobatan HIV. Untuk penanganan kasus HIV yang reaktif masih dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan anti retro viral terapi (ARV)," tutupnya.

Komentar

Loading...