Dinas Pertanahan Aceh

Dinas Pertanahan Aceh Mandul, Dekan FH Unsyiah: Pemerintah Aceh Harus Dorong Percepatan Pelimpahan Kewenangan

·
Dinas Pertanahan Aceh Mandul, Dekan FH Unsyiah: Pemerintah Aceh Harus Dorong Percepatan Pelimpahan Kewenangan
Workshop “Urgensi Kewenangan Pertanahan Aceh”, Kamis, 27 Desember 2018 kemarin, di Banda Aceh. (sinarpidie.co/Syahrul).

sinarpidie.co--Meski sudah dua tahun terbentuk, Dinas Pertanahan Aceh belum bisa melaksanakan kewenangannya. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanahan Aceh Dr Edi Yandra SSTP MSP dalam workshop “Urgensi Kewenangan Pertanahan Aceh”, Kamis, 27 Desember 2018 kemarin, di Banda Aceh.

“Kalau kita lihat dari UU Pemerintahan Aceh, bahwa Badan Pertanahan Nasional di Aceh akan dialihkan menjadi Badan Pertanahan Aceh. Begitu juga dengan apa yang disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengalihan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota menjadi Badan Pertanahan Aceh dan Kantor Pertanahan Aceh Kabupaten/Kota,” kata dia menguraikan.

Peraturan ini, sebut Edi, mengamanatkan peralihan kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh menjadi Badan Pertanahan Aceh selambat-lambatnya satu tahun setelah peraturan ini ditetapkan. Namun pada kenyataannya, meskipun Dinas Pertanahan Aceh telah terbentuk, pemerintah pusat belum melaksanakan peralihan kewenangan tersebut.

“Dinas Pertanahan Aceh masih sangat terkendala dalam melakukan kerja-kerjanya, karena sampai saat ini, sudah hampir dua tahun terbentuk tetapi pemerintah pusat belum melimpahkan seluruh keperluan sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang,” ungkap Edi.

Sementara itu, Prof Dr Ilyas Ismail SH MHum,  Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala mengatakan, secara perundangan Aceh telah diberikan kewenangan untuk mengurus sendiri bidang pertanahan.

Hanya saja, kata dia, perlu political will Pemerintah Aceh untuk mendorong percepatan pelimpahan seluruh aset, agar Dinas Pertanahan Aceh bisa bekerja maksimal secepatnya.

Baca juga:

“Berbicara tanah sudah pasti kita sama-sama ketahui, tanah tidak mungkin bertambah luasnya, tetapi kalau berkurang iya, terutama akibat bencana alam. Namun di sisi lain, akibat bertumbuhnya populasi manusia, kebutuhan tanah akan semakin meningkat. Kalau tidak segera ditata maka permasalahan pertanahan akan semakin kompleks. Kita tidak mau tanah ini dikuasasi oleh segelintir orang saja,” ungkap Prof Ilyas. []

Reporter: Syahrul

Komentar

Loading...