Dikbud Pidie Pungut Rp 5 Ribu Per Blanko Ijazah

·
Dikbud Pidie Pungut Rp 5 Ribu Per Blanko Ijazah
Para siswa tingkat SMP di Pidie membaca surah Yasin Senin, 16 Maret 2020. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co -Para kepala sekolah tingkat SD dan SMP, baik swasta maupun negeri, di Pidie harus merogoh uang pribadi atau uang yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat mereka mengambil blanko ijazah para siswa di setiap sekolah yang mereka pimpin pada tahun ajaran 2020/2021.

Adapun jumlah uang yang dipatok per ijazah siswa adalah Rp 5 ribu. Uang tersebut diserahkan pada salah seorang staf di ruangan Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pidie.

Sumber sinarpidie.co, yang identitasnya enggan dituliskan, mengatakan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kabid Dikdas pada Dikbud  Pidie pada tahun ajaran 2020/2021 tergolong tinggi. "Tahun-tahun sebelumnya, para kepala sekolah yang mengambil blangko ijazah ke dinas cukup memberikan uang minum saja. Tidak dipatok," kata sumber sinarpidie.co pekan lalu.

Bagi sekolah yang memiliki sedikit siswa, para kepala sekolah merogoh kocek pribadi, sedangkan kepala sekolah yang memimpin sekolah dengan siswa yang banyak menggunakan uang yang bersumber dari Dana BOS. "Uang yang diambil adalah uang BOS yang dianggarkan untuk penulisan ijazah," tutur sumber sinarpidie.co.

Para kepala sekolah juga mengeluhkan tingginya nilai pungutan liar pada Dikbud Pidie dalam dua tahun terakhir. "Apapun agenda kegiatan di dinas, pasti mereka meminta uang ke sekolah-sekolah," tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Dikdas pada Dikbud Pidie, Mutiyawati SPd MPd, membantah pihaknya meminta uang pada kepala sekolah untuk blangko ijazah. "Saya tidak pernah mengintruksikan staf saya untuk meminta Rp 5000 per blangko ijazah. Itu semua tidak benar," katanya, yang dikonfirmasi sinarpidie.co, Kamis, 12 Agustus 2021.

Terdapat 5.825 siswa SD dan 4.532 siswa SMP di Pidie yang akan mengantongi ijazah kelulusan tahun ajaran 2020/2021.

Loading...