Tanpa Perbup tentang Dana tak Terduga

Dianggarkan Rp 5 M pada 2018, Dana tak Terduga Terealisasi 9,45 Persen

·
Dianggarkan Rp 5 M pada 2018, Dana tak Terduga Terealisasi 9,45 Persen
Puing-puing sisa kebakaran di Gampong Keuramat Dalam, Kecamatan Kota Sigli, Pidie pada 1 Juni 2018. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie disinyalir belum memiliki Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tatacara Pemberian, Penggunaan, dan Pertanggungjawaban Dana tak Terduga.

Pada tahun anggaran 2018, belanja tak terduga dalam APBK Pidie dianggarkan sebesar Rp 5 miliar dan terealisasi Rp 472.307.000 atau 9,45 persen.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Ansari, mengatakan, belanja tersebut dicairkan pada fase tanggap darurat dan rehabilitasi setelah bencana alam dan bencana sosial.

“Kita cek dulu ke lapangan untuk mendata. Kalau masuk ke dalam kategori darurat, maka akan turun Tim TRC,” kata dia, Jumat, 28 November 2019. “Lalu kita usul ke bupati untuk dikeluarkan SK.”

Ditanyai sinarpidie.co 472.307.000 atau 9,45 persen dari Rp 5 miliar terealisasi untuk kegiatan apa saja, ia menjawab, “Kegiatan penanganan bencana kebakaran di Gampong Keuramat dalam pada 1 Juni 2018. Kedua, kegiatan penanganan banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Pidie 9 Oktober 2018. Ketiga, kegiatan penanganan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tangse dan Geumpang 17 November 2018."

Meski tanpa Perbup, kata dia, pihaknya merujuk Perka BNPB dan Permendagri dalam mengelola anggaran tersebut. “Yang menyangkut dengan belanja tak terduga untuk bencana itu BPBD Pidie yang usul,” kata Dewan Ansari. []

 

Komentar

Loading...