Demam Tanaman Hias, Permintaan Pot Bunga di Pijay Naik

·
Demam Tanaman Hias, Permintaan Pot Bunga di Pijay Naik
Yuni, 35 tahun, pemilik kebun bunga di Meureudu di Jalan Banda Aceh- Medan, tepatnya di depan gudang beras Bulog di Gampong Beunot, Meureudu, Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Tanaman hias menjadi tren akhir-akhir ini di Pidie Jaya sehingga permintaan pot bunga di kabupaten tersebut meningkat drastis.  H Razi, 61 tahun, salah seorang pemilik toko pecah belah di Pusat Kota Meureudu, Pidie Jaya, mengatakan permintaan pot bunga dalam beberapa pekan belakangan mencapai dua kali lipat dari sebelumnya. "Sehari bisa laku dua karung," ujar H Razi, pada sinarpidie.co, Kamis, 24 September 2020.

Kata dia, akhir-akhir ini, untuk mendapatkan lusinan pot bunga di tingkat glosir di Medan, Sumatera Utara, dirinya harus bersabar selama beberapa hari hingga barang tersebut dapat dikirimkan. "Luar biasa memang permintaan pot bunga. Saya pikir cuma Aceh saja. Rupanya se-Sumatra sudah demam bunga. Kebanyakan yang paling laku pot ukuran tiga dan empat," kata pemilik toko Limas ini. “Antri di Medan tiga hari paling cepat. Jika pot putih minimal harus menunggu satu minggu.”

Salah seorang pencinta tanaman hias, Nurhaliza, mengatakan pot yang paling banyak diburu para pembeli ialah pot berukuran kecil dan sedang. "Karena pot ini bisa digantung berjejeran, merambat ke bawah dan tahan," katanya.

Yuni, 35 tahun, pemilik kebun bunga di Meureudu di Jalan Banda Aceh- Medan, tepatnya di depan gudang beras Bulog di Gampong Beunot, Meureudu, Pidie Jaya,  mengatakan dalam beberapa bulan ini permintaan bunga hias sangat tinggi. Bunga yang paling banyak diminati dan paling laku, sebutnya, adalah  keladi, aglonema, black velvet, dragon skil, kaladium, dan janda bolong.  "Jenis itulah yang banyak laku. Harganya ini bervariasi, dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu," katanya.

Sementara, penjualan bongsai termasuk stabil karena, kata Yuni, rata-rata pembeli tanaman hias tersebut merupakan kelompok masyarakat menengah atas. “Karena harganya jutaan,” sebutnya. []

Loading...