Kawula Muda

Dari Berjualan Bakso Goreng ke MC

·
Dari Berjualan Bakso Goreng ke MC
Jefri Gunawan, pria kelahiran Aceh Tamiang, pada 4 Mei 1990 saat memandu Festival Kuliner Apam Fair pada 2019 lalu. Dok. Ist.

sinarpidie.co--Mengawali karir sebagai penyiar radio di Kota Langsa, Jefri Gunawan, pria kelahiran Aceh Tamiang, pada 4 Mei 1990, mantap memutuskan berkarir sebagai master of ceremony (MC) atau host. Pekerjaan tersebut dipilihnya setelah ia pulang dari Jakarta. Saat itu ia tak memiliki pekerjaan tetap samasekali.

“Saya sempat berjualan bakso bakar di Pasar Kembang Tanjong dan di salah satu sekolah di Kembang Tanjong,” kata Jefri, Selasa, 21 Januari 2020 di Sigli.

Pria yang kini menetap di Gampong Cebrek, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, ini menuturkan suatu hari ia diminta untuk menjadi MC kegiatan bedah buku. Dalam kegiatan tersebut, ia tak menerima bayaran. “Secara sukarela saya jadi MC,” tuturnya.

Berawal dari sana, ia kemudian mendapat tawaran menjadi MC untuk Festival Kenduri Apam 2019 yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie.

“Saya pikir ini adalah tahap awal untuk saya kembali berkarir di bidang ini setelah lama meninggalkan dunia penyiar radio,” tuturnya.

Baca juga:

Kini, lulusan LP3I Langsa, ini,  telah menerima banyak job, dari kegiatan sosial hingga acara resepsi pernikahan.

“Baru-baru ini saya jadi MC pada resepsi pernikahan anaknya Abu Mudi di Samalanga. Saya juga jadi MC saat resepsi pernikahan pemain sepak bola Bali United Miftahul Hamdi,” katanya.

Ayah dua anak ini menuturkan, sebelum menjadi MC di hari H, ia akan bertemu dengan empunya hajatan. "Tujuannya ya saya ingin mendalami bagaimana karakter dan keadaan acara atau hajatan yang akan saya pandu besoknya," katanya. []

Loading...