Dari 62 Gampong yang Diaudit untuk Kasus, Hanya 1 Gampong yang Berakhir di Pengadilan Tipikor

·
Dari 62 Gampong yang Diaudit untuk Kasus, Hanya 1 Gampong yang Berakhir di Pengadilan Tipikor
Sumber ilustrasi: liputan6.com.

sinarpidie.co - Dari total kerugian negara senilai Rp 9.024.287.098, yang ditemukan dalam LHP 210 gampong yang APBG mereka telah diaudit, —baik audit regular maupun audit kasus sejak 2017 hingga tahun ini— jumlah pengembalian kerugian negara ke masing-masing Rekening Kas Umum Gampong (RKUG) gampong-gampong yang telah diaudit tersebut ialah Rp 5.265.880.449 atau 58,35 persen. Sementara, Rp 3.683.093.485 masih belum dikembalikan.

Kepala Inspektorat Pidie, Mustafa Kamal SH MSi, mengatakan seharusnya dalam audit regular, paling lambat kerugiaan negara harus dikembalikan ke dalam RKUG 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan (LHP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) diserahkan. “Kalau memang kooperatif, ada waktu 60 hari kerja untuk diselesaikan, ya diselesaikan,” katanya, Selasa, 24 November 2020.

Kata dia lagi, sisa kerugian negara yang belum dikembalikan— dari total 148 LHP APBG regular (Rp 2.676.656.862) dan 62 LHP APBG kasus (Rp 6.347.630.236)— Rp 534.862.759 yang tertuang dalam LHP regular dan Rp 3.189.399.546 dalam LHP kasus, rata-rata telah dilimpahkan ke aparat penegak hukum (APH). “Sebagian besar sudah naik ke APH karena gampong-gampong tersebut tidak kooperatif. Ada yang sudah ke kejaksaan, dan ada yang masih di kepolisian,” sebutnya lagi.

Baca juga:

Ditanyai sinarpidie.co dari 62 gampong yang telah diaudit kasus, berapa jumlah kasus yang berakhir di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Mustafa menjawab, “Baru dua kasus yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, yakni dua-duanya di Gampong Masjid, Kecamatan Muara Tiga. Sisanya masih dalam proses di kejaksaan dan di kepolisian.”

Data yang dihimpun sinarpidie.co, Gampong Meunasah Blang Sakti, Kecamatan Sakti, dengan sisa nilai kerugian negara tertinggi, berdasarkan LHP kasus, sebesar Rp 350.895.744, disusul Gampong Dayah Keumala, Kecamatan Keumala, senilai Rp 346.253.951;  Gampong Jumphoi Adan, Kecamatan Mutiara Timur Rp 323.308.484, dan Gampong Mesjid Utue Rp 157.083.191, belum dikembalikan ke RKUG masing-masing gampong tersebut. []

Loading...