Dalih Ujian Online, MIN 10 Pijay Minta Wali Murid Sediakan Laptop dan HP Android

·
Dalih Ujian Online, MIN 10 Pijay Minta Wali Murid Sediakan Laptop dan HP Android
Kantor Kementerian Agama Pidie Jaya. (sinarpidie.co/ M Rizal).

sinarpidie.co -- Menjelang pelaksanaan ujian pada bulan November mendatang, Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 10 Pidie Jaya meminta wali murid kelas VI untuk menyediakan handphone android dan laptop.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan MIN 10 Pidie Jaya kepada wali murid nomor B-126/MI.01.20.10/Kp.00.04/10/2019 tertanggal 5 November 2019.

Dalam surat tersebut tertulis, penyediaan laptop dan HP android tersebut berdasarkan musyawarah Ketua K3MI Pidie Jaya dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh.

“Kami memohon kepada Bapak dan Ibu wali murid kelas VI untuk menyediakan perlengkapan ujian, yaitu HP Android dan Laptop yang terkoneksi internet agar proses pelaksanaan ujian tersebut dapat berjalan baik dan sukses. Untuk kedua bahan tersebut dapat dibawa ke MIN 10 Pidie Jaya pada Tgl 12, 13, dan 14 November 2019 untuk kita buat simulasi ujian online,” demikian bunyi surat tersebut.

Salah seorang orangtua siswa yang namanya enggan dituliskan, pada sinarpidie.co, Selasa 12 November 2019 mengatakan, permintaan kedua alat kelengkapan tersebut untuk pelaksanaan ujian sangat memberatkan bagi dirinya.

"Karena alat kelengkapan itu harganya sangat mahal," jelasnya.

Lanjutnya, sebagai orangtua, dirinya mendukung apa yang dilaksanakan oleh pihak sekolah, namun seharusnya hal-hal teknis seperti itu telah disediakan oleh Negara sebagai salah satu bentuk pelayanan pendidikan dan penyediaan fasilitas pendidikan.

"Yang namanya kebutuhan sekolah tetap kita usahakan, dan saya sudah membeli laptop walau harus berhutang," kata salah satu orang tua siswa yang mengaku sudah membeli laptop seharga Rp 4,6 juta.

Salah seorang wali murid lainnya juga menyampaikan hal yang sama. "Demi anak, walaupun hujan segera saya ke Beureunuen untuk membeli laptop merk Asus seharga Rp 4,6 juta,  supaya bisa ikut ujian. Sayangnya, saya dengar ada wali murid yang harus ngutang untuk beli keperluan ini," katanya.

Plt Kepala Kantor Kementrian Agama Pidie Jaya, Ahmad Yani, mengaku, pihaknya tidak mengetahui tentang surat yang meminta wali murid untuk membawa laptop dan android ke sekolah untuk pelaksanaan ujian semester.

"Surat itu tidak ada tembusan ke Kemenag Pidie Jaya, dan mengenai siswa bawa android ke sekolah itu haram dan ilegal," Kata Ahmad Yani.

Dia membenarkan adanya ujian yang dilakukan sistem online, akan tetapi, kata dia, fasilitas yang digunakan merupakan adalah laptop madrasah.

“Bilapun madrasah tidak ada laptop, ujian online menggunakan laptop dewan guru. Kita tidak membebankan kepada siswa dan saya sudah meminta kepala sekolah menarik surat tersebut," kata Ahmad Yani. []

Komentar

Loading...