DAK Fisik Sub-Bidang Jalan Pidie tahun 2019 Turun Drastis

·
DAK Fisik Sub-Bidang Jalan Pidie tahun 2019 Turun Drastis
Sumber ilustrasi: satelitpost.com.

sinarpidie.co--Total alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik regular sub-bidang jalan Pidie pada tahun anggaran 2019 ialah Rp 27.761.058.000. Angka tersebut jauh lebih kecil dari alokasi pada 2018 lalu, yakni Rp 49.790.000.000.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Thantawi ST pada sinarpidie.co mengatakan, penurunan alokasi DAK untuk Pidie di sub-bidang jalan yang mengalami penurunan yang signifikan, juga terjadi secara nasional di kabupaten atau kota lainnya di Indonesia.

“Penurunnya seluruh Indonesia sama,” kata dia, Minggu, 27 Januari 2019 via telepon selular.

Usulan kegiatan yang direncanakan akan dibiayai DAK fisik sub-jalan tahun anggaran 2019 di Pidie, kata Tantawi, sebesar Rp 228 miliar.

“Secara nasional memang semuanya turun,” kata dia lagi.

Kegiatan dan realisasi tahun anggaran 2018

Pada tahun anggaran 2018, realisasi keuangan DAK fisik sub-bidang jalan ialah 98,35 persen atau Rp 48.968.914.000. Sementara, realisasi fisiknya 100 persen untuk 15 kegiatan: Pemeliharaan Berkala Jalan Bambi - Krueng Seumideun (realisasi keuangan 97,94 persen dan realisasi fisik 100 persen), Survey Kondisi Jalan dan Jembatan untuk Penguatan Database (keuangan dan fisik terealisasi 100 persen), Honor Petugas E-Monev (keuangan dan fisik terealisasi 100 persen), Supervisi Kegiatan Peningkatan Struktur Jalan DAK 2018 (realisasi keuangan 98,81 persen dan fisik 100 persen), Supervisi Kegiatan Pemeliharaan Berkala Jalan DAK 2018 (realisasi keuangan 99,49 persen dan fisik 100 persen), Honorarium Tim Koordinasi (fisik dan keuangan terealisasi 100 persen), Perjalanan Dinas ke lapangan dalam rangka monitoring dan koordinasi (realisasi keuangan 89,11 persen).

Lalu, Peningkatan Struktur Jalan Trueng Campli - Pasi Lhok - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,51 dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Kota Bakti - Tiro - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,49 persen dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Padang Tiji - Reubee - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 5,5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,50 persen dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Pulo Mesjid II - Pulo Kawa - (dari Kerikil ke Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,90 persen dan realisasi fisik 100 persen.

Kemudian, peningkatan Struktur Jalan Laweung - Gampong Cot - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 4,5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 96, 96 persen dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Sukon - Bambi - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,33 persen dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Teubeng - Tampieng - (pelebaran jalan dari 3,5 m menjadi 5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98, 82 persen dan realisasi fisik 100 persen, Peningkatan Struktur Jalan Jojo - Sp. IV Gumpueng - (pelebaran jalan dari 4 m menjadi 5,5 m - Laston AC-BC) dengan realisasi keuangan 98,96 persen dan realisasi fisik 100 persen. []

Komentar

Loading...