Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Turun

·
Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Turun
Pasokan ikan segar di Pasar Terpadu Pante Teungoh Kota Sigli minim, Rabu, 5 Agustus 2020. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Sejumlah lapak penjual ikan di pasar ikan Pasar Terpadu Pante Teungoh Kota Sigli masih kosong, Rabu, 5 Agustus 2020 kemarin. Beberapa hari setelah hari raya Idul Adha 1441 H, para penjual ikan di sana kebanyakan belum berjualan dikarenakan belum adanya pasokan ikan segar.

Amatan sinarpidie.co, harga ikan melambung tinggi. Ikan tongkol yang biasanya Rp 30 ribu hingga 40 ribu per ekor dipatok Rp 120 ribu per ekor.

Junaidi, 40 tahun, warga nelayan asal Pasi Peukan Baro,  mengatakan hasil tangkapan ikannya dalam dua hari belakangan mengalami penurunan. “Hanya beberapa kilogram jereubok dan ikan merah mata yang saya dapat. Sedang musim ombak barat, susah untuk memancing,” katanya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Tingginya harga ikan tidak berdampak pada meningkatnya permintaan daging ayam potong. Salah seorang penjual daging ayam di pasar tersebut, Yunus, 60 tahun, mengatakan kurangnya permintaan ayam potong untuk rumah tangga terjadi setelah Idul Adha. “Harga ayam potong Rp 45 ribu- 50 ribu per ekor. Pembeli hanya langganan para penjual bakso dan rumah makan. Pembelian untuk rumah tangga sepi, mungkin masih ada daging kurban,” kata Yunus. []

Loading...