Olahraga

Chant Rasis Muluskan Nerazurri Dulang Tiga Poin atas Napoli

·
Chant Rasis Muluskan Nerazurri Dulang Tiga Poin atas Napoli
Sumber foto instagram @Kkoulibaly26.

sinarpidie.co— Sejak peluit dibunyikan, laga Internazionale Milan versus Napoli di Guissepe Meazza, Milan, Kamis, 27 Desember 2018 pada pekan ke-18 Serie A, berjalan alot. Kedua tim saling jual-beli serangan.

I Nerazurri, yang berlaga di depan pendukungnya sendiri, sangat gencar melakukan penetrasi ke arah gawang. Namun, kokohnya pertahanan Napoli membuat skor tak kunjung berubah.

Kalidou Koulibaly memimpin lini pertahanan dengan baik. Namun chant-chant rasis dari Interisti yang bergema disepanjang laga mengusik fokusnya.

Hal itu terlihat dari penampilannya. Emosi mulai mempengaruhi permainannya. Pada menit 80, ia melanggar pemain tuan rumah.

Kalidou Koulibaly kemudian mendatangi Wasit Paolo Mazzoleni dan menepuk tangan sebagai sindiran diamnya wasit atas perilaku rasial dari pendukung tuan rumah. Ia, yang sebelumnya sudah mendapat kartu kuning pertama, karena aksinya tersebut kepada wasit, lantas mendapat kartu kuning kedua.  Tentu kartu merah setelahnya.

Padahal, Carlo Ancelotti, yang melihat aksi rasis pendukung Nerazurri, telah meminta wasit untuk menghentikan pertandingan.

Namun, hal itu sama sekali tidak digubris sang wasit.

Don Carlo, sapaan akrabnya, yang dikutip dari goal.com, mengatakan, "Kami meminta pertandingan dihentikan tiga kali. Tiga kali mereka membuat pengumuman dari pengeras suara. Namun, wasit tidak membuat keputusan. Pemain [Koulibaly] gugup. Pertandingan bisa terganggu, tetapi pertanyaannya kapan? Setelah lima kali atau lebih? Lain kali kami akan berhenti bermain, bahkan jika kami kalah dalam pertandingan."

Pelatih Napoli itu juga mengungkapkan, Koulibaly bukanlah tipikal pemain yang tempramen.

"Namun, kali ini dia kehilangan kesabaran karena mendengar suara mirip monyet selama pertandingan. Dia gelisah. Dia adalah pesepakbola berpendidikan yang menjadi sasaran. Apa yang terjadi hari ini buruk, tidak hanya bagi kami tetapi juga untuk sepakbola Italia," tutur mantan pelatih AC Milan, itu.

Setelah pertandingan dua kali 45 menit itu selesai, Koulibaly melalui akun instagram pribadinya, @Kkoulibaly26, merespons kejadian yang menimpa dirinya dalam laga tersebut.

"Aku menyesal mengenai kekalahan itu, dan terutama telah mengecewakan saudara-saudaraku. Tetapi aku bangga dengan warna kulitku, menjadi orang Perancis, berdarah Senegal dan Neapolitan,” tulis pemain timnas Senegal, itu, dalam bahasa Inggris.

Faouzi Ghoulam, rekan satu timnya, juga menujukkan simpati kepada Koulibaly akun twitter pribadinya.

"Sungguh menyakitkan mendengar nyanyian rasis terhadap saudaraku. Sekarang yang tersisa hanyalah kesedihan," tulis pemain timnas Aljazair, itu.

Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan 1-0 kepada tuan rumah. Gol semata wayang itu lahir dari kaki Lautaro Martinez di penghujung babak kedua. Meskipun demikian, hasil pertandingan tersebut tidak mempengaruhi Napoli di perikat kedua sementara Serie A 2018/19, dengan koleksi 41 poin. Hanya saja, mereka semakin memperlebar jarak dengan pemuncak klasmen, Juventus, yang sudah mengumpulkan 50 poin.[]

Loading...