Catut Nama Organisasi untuk Bancak APBG dan APBK, PWI Aceh akan Turunkan Tim ke PWI Pidie

·
Catut Nama Organisasi untuk Bancak APBG dan APBK, PWI Aceh akan Turunkan Tim ke PWI Pidie
Konfrensi PWI ke-V Pidie. (sinarpidie.co/FIrdaus).

sinarpidie.co-- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi terkait dugaan pencatutan nama PWI Pidie oleh Sekretaris PWI Pidie Amiruddin Mk untuk kepentingan pribadinya: Festival Geudeu-Geudeu yang digelar Selasa, 29 Oktober 2019 oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Pidie; bimteks manajemen gampong dan manajemen BUMG 30 dari total 50 gampong di Kecamatan Pidie, Pidie yang digelar 22 hingga 25 November di sebuah hotel di Peunayong, Banda Aceh; dan dana hibah pada Pemkab Pidie melalui Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Kabupaten (BPKK) Pidie, yang pelaporan keuangannya diduga fiktif.

“Kita malu dengan tindakan seperti itu setelah mengetahui melalui pemberitaan media. Saya terkejut. Tapi untuk persisnya bagaimana, tim dari PWI Aceh akan diturunkan ke PWI Pidie,” kata Tarmilin, Rabu, 1 Januari 2019. “Untuk langkah awal itu, akan kita turunkan tim."

Diberitakan sebelumnya, pencatutan nama PWI Pidie untuk kepentingan pribadi Amiruddin Mk terhimpun lewat keterangan-keterangan yang dikumpulkan. Kendati ia menampik telah mencatut nama PWI Pidie untuk membancak APBG gampong-gampong di Kecamatan Pidie dan Muara Tiga dan APBK Pidie ketika dikonfirmasi dengan mengeluarkan cacian dan makian dalam bahasa Aceh, wartawan yang jenjang pendidikan terakhirnya itu hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) justru mengakui kebenaran posisinya sebagai calo dalam proyek-proyek tersebut.

“Saya tanya sama Anda, apakah ada tertulis nama PWI di situ?” kata Amiruddin Mk melalui sambungan telepon selular, Selasa, 31 Desember 2019.

Baca juga:

Kartu UKW dicabut AJI

Meski telah mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, tapi Amiruddin Mk dikabarkan tidak mengantongi kartu tersebut karena kartu itu telah ditarik AJI Banda Aceh, sebab majelis etik AJI dalam sidang memutuskan yang bersangkutan melanggar kode etik dan kode prilaku AJI serta kode etik jurnalistik. Terkait namanya masih tertera di website Dewan Pers sebagai wartawan yang telah mengantongi kartu UKW, Sekretaris AJI Banda Aceh Afifuddin mengatakan pihaknya akan memproses pencabutan nama tersebut pada Dewan Pers.

“Kartu uji kompetensi jurnalis atau kartu UKW yang bersangkutan ikut gugur dengan sendirinya. Secara de facto kartu UKW atas namanya masih tercatat di dewan pers tapi secara de jure sebenarnya tidak lagi. Akan saya sampaikan ke Jakarta besok karena proses cabut nama di Dewan Pers agak lama,” kata kata Afifuddin, Selasa, 31 Desember 2019. []

Catatan:

Rabu, 1 Januari 2020, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh Afifuddin menyebutkan Amiruddin Mk mengundurkan diri dari keanggotaan AJI bukan atas putusan sidang majelis etik melainkan atas inisiatifnya sendiri. Catatan ini ditambahkan Rabu, 1 Januari 2020 pukul 19.52 WIB.

 

Komentar

Loading...