Cara Petani di Tangse Berproduksi dan Membangun Sistem Pemasaran

·
Cara Petani di Tangse Berproduksi dan Membangun Sistem Pemasaran
Lapak sayur berukuran 5 x 5 meter didirikan berderet di pinggir Jalan Beuruenuen-Tangse, tepatnya di Gampong Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Belasan lapak sayur berukuran 5 x 5 meter didirikan berderet di pinggir Jalan Beuruenuen-Tangse, tepatnya di Gampong Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie. Penjualnya rata-rata perempuan paruh baya.  Mereka berjualan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB sore.

"Jenis sayur-mayur yang kami jajakan di sini, yaitu buah seunate atau sejenis tomat kecil, rebung bambu, ubi, salak pondok, cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, buncis, bayam, kangkung, sawi, pepaya, jengkol, terong ungu, daun bawang, daun paku, labu siam, timun Aceh," kata Hafnidar, 42 tahun, penjual sayur di Gampong Blang Juerat, Tangse, Pidie, pekan lalu.

Kata Hafnidar, mereka menampung sayuran-mayur petani dari berbagai gampong di Kecamatan Tangse, seperti Gampong Blang Jeurat, Blang Pandak, Blang Bungong, Paya Guci dan Blang Teungoh. "Bahkan ada juga sayuran dari Geumpang seperti daun paku," kata Hafnidar.

Sementara suami Hafnidar, yang berprofesi sebagai petani, Yusni, 57 tahun, mengatakan harga sayuran di lapak mereka sedikit lebih murah dibandingkan dengan harga di Pasar Tangse. Selain itu, menurutnya, sayuran yang dijual di lapak ini lebih segar dibanding dengan yang ada di pasar.

Yusni mencontohkan, untuk harga buah seunate dijual Rp 15.000 per kilogram. Harga rebung yang dibeli dari petani Blang Pandak dijual Rp 10.000 per satu rebung. Selanjutnya, harga ubi merah di tingkat petani dalam satu kilogram mencapai Rp 6.000. "Kami sudah enam tahun berjualan sayuran di sini. Pada hari Minggu, biasanya ramai pengunjung yang singgah untuk membeli sayuran. Jenis sayuran yang paling diminati para pengunjung yakni buah seunate dan rebung," kata Yusni.

Muhammad Rudi, 52 tahun, petani asal Blang Teungoh, Kecamatan Tangse, Pidie, yang menjual hasil panen ubi merah pada lapak sayuran pedagang di sana, mengatakan  tanaman ubi yang ditanamnya itu membutuhkan waktu selama enam bulan sejak tanam hingga bisa panen.  "Selain menanam ubi, saya juga menanam tanaman tahunan lainnya seperti cengkeh dan kemiri. Tanah di sini cukup subur untuk bercocok tanam sehingga saya suka menanam berbagai jenis tanaman di kebun yang luasnya sekitar tiga hektar," kata Muhammad Rudi, petani yang datang dari Pulau Jawa dan sudah menetap di Gampong Blang Jeurat sejak beberapa tahun lalu. []

Loading...