Banner Stunting
Klik Tambang

Kuliner

Cake and Bakery Rumahan ala Sitti

·
Cake and Bakery Rumahan ala Sitti
Sitti Ramadhana, 31 tahun (tengah) saat melayani pembeli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pergelaran Musabaqah Tilawatul Quran (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Aceh tahun 2019  yang digelar di Pidie sejak 21-28 September 2019 membawa berkah tersendiri bagi pedagang kuliner.

Salah seorang pedagang kuliner yang memanfaatkan momentum tersebut ialah Sitti Ramadhana, 31 tahun, warga Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie.

Nah, sejumlah kue yang ia jual bertepatan dengan momentum pergelaran MTQ di salah satu sudut Ananda Mini Cafe di Jln Lingkar Blang Paseh Sigli (di depan Kantor Mahkamah Syariah Sigli) di antaranya donat, spagetti, kue ultah, lasagna, aneka dessert, amris, kentang dummer, es jeli, es alpukat dan sus es krim. “Sehari-hari saya menjual cake yang saya buat melalui medsos seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram,” kata Sitti pada sinarpidie.co, Selasa, 24 September 2019.

Harga setiap jenis kue yang ia jual bervariasi: 2 donat dalam satu kemasan Rp 10 ribu, lasagna Rp 25 ribu per coil kecil dan coil besar Rp 50 ribu, dan aneka dessert Rp 35 ribu satu cap kecil.

“Kue ultah harganya RP 200 ribu dan kalau ukuran besar atau premium harganya Rp 250 ribu,” kata dia.

Inisiatif untuk merintis dan mengembangkan usaha cake and bakery rumahan berawal dari hobinya membuat kue untuk dikonsumsi rumahan.

"Sebetulnya, membuat kue ini berawal dari hobi saya yang suka makan. Saya mencoba membuatnya dan langsung memposting di medsos. Alhamdulillah banyak yang suka dan hingga sekarang masih konsisten buat kue dan menjualnya secara online,” kata Sitti.

Sejumlah varian cake yang dijual  di salah satu sudut Ananda Mini Cafe di Jln Lingkar Blang Paseh Sigli (di depan Kantor Mahkamah Syariah Sigli) selama MTQ berlangsung. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Bisnis jual kue online ini, kata Sitti, sudah berjalan selama 4 tahun. Omsetnya dalam sehari menjual kue secara online sekitar Rp 1,5 juta. Melalui online shop, pembeli cake-nya itu rata-rata berasal dari luar Pidie, seperti Banda Aceh, Pidie Jaya dan Takengon

“Dan itu belum termasuk kue ultah pesanan,” kata Sitti. “Kalau kue ultah itu tergantung yang pesan. Kadang ada tiga kue ultah yang pesan dalam satu hari dan kadang dalam satu hari tidak ada sama sekali. Sekarang saya berjualan di dekat gedung MTQ dalam sehari alhamdulillah laku sekitar RP 1,7 juta hingga Rp 2 juta. Yang paling banyak permintaan saat berjualan di dekat gedung MTQ adalah aneka dessert, lasagna dan spageti.  Spageti dan donat banyak laku." []

Komentar

Loading...