Bupati Pidie: Virus Corona Senjata Biologis untuk Tekan Angka Penduduk

·
Bupati Pidie: Virus Corona Senjata Biologis untuk Tekan Angka Penduduk
Bupati Pidie Roni Ahmad (kiri), Kepala Dinas Kesehatan Efendi SSos MKes (tengah), dan Direktur RSUD Teungku Chik di Tiro dr Muhammad Yasir SP An (kanan). Selain mengunjungi Posko Covid-19 di Dinkes Pidie, Bupati Pidie juga melakukan kunjungan ke RSUD Teungku Chik di Tiro, Kamis, 2 April 2020 malam. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Bupati Pidie Roni Ahmad mengatakan virus Corona atau Covid-19 merupakan senjata biologis dan senjata kimia yang dipadukan dengan teknologi elektronik. "Maka ketika hadirnya virus-virus seperti ini kita tidaklah grogi. Pada teman-teman media, staf, dan kabinet saya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie, sudah jauh-jauh hari saya ingatkan untuk mengantisipasi virus ini agar tidak terjadi di tempat kita," kata Bupati Pidie Roni Ahmad saat berkunjung ke Posko Penanganan Covid-19 Pidie di dalam kompleks Kantor Dinas Kesehatan Pidie, Kamis, 2 Maret 2020.

Menurutnya, Covid-19 yang berasal dari senjata biologis yang dipadukan dengan teknologi elektronik itu ditransmisikan oleh tenaga listrik. “Faktor yang mendukung virus ini bisa bekerja adalah listriknya. Senjata itu pada dasarnya digunakan oleh Negara-negara tertentu untuk menekan angka penduduk yang membludak. Yang kedua, senjata ini digunakan pada saat terjadinya Perang Dunia Ketiga. Inilah yang dinamakan senjata kimia atau senjata biologis,” kata pria yang akrab disapa Abusyik, itu, dalam video berdurasi 4 menit yang beredar di media sosial.

Untuk itu, kata dia lagi, dalam menangani penyebaran virus ini maka perlu dilakukan pemutusan rantai virus tersebut. “Jika virus ini merebak pada masyarakat saya, orang tua saya, dan anak-anak saya yang ada di Pidie, saya tidak peduli siapa dia, jika tiba waktunya maka saya akan lakukan lock down karena saya tahu asal usul virus itu. Untuk sementara, masih stabil dan masih normal,” kata Bupati Pidie Roni Ahmad, yang didampingi Sekda Pidie Idhami SSos MSi, Kepala BPBD Pidie Dewan Ansari, Asisten II Setdakab Pidie Buchari AP, Sekwan DPRK Pidie Drs Sayuti MM, Kepala Dinas Sosial Drs Muslim, dan Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes mengatakan virus Corona atau Covid-19 sebagai senjata biologis dan senjata kimia yang ditransmisi melalui listrik merupakan pendapat pribadi Bupati Pidie Roni Ahmad. “Itu menurut beliau dan itu sah-sah saja berdasarkan referensi yang beliau kumpulkan. Hak beliau juga untuk menyampaikan hal itu. Pendapat beliau tidak bisa disalahkan. Beliau kepala daerah dan menurut saya beliau bukan ahli yang membidangi bidang kesehatan,” kata Efendi yang dikonfirmasi sinarpidie.co, Jumat, 3 April 2020.

Efendi menegaskan, masyarakat harus merujuk informasi resmi yang telah ditetapkan dan dikeluarkan pemerintah. “Rujuk kebijakan Kemenkes dan BNPB. Jangan dipusingkan oleh apa yang dikatakan beliau. Beliau tidak salah. Itu pendapat beliau dan beliau berhak mengeluarkan pendapat,” tutup Efendi.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pidie dr Arika Husnayanti SpOG (K) mengatakan Covid-19 merupakan virus zonotik atau yang ditularkan oleh hewan pada manusia lalu manusia pada manusia. “Virus ini menyerang saluran napas atas lalu menginfeksi saluran napas bawah sehingga manusia yang terpapar virus ini akan mengalami infeksi saluran napas berat,” kata dr Arika Husnayanti SpOG, Jumat, 3 April 2020.

Kata dia, virus ini dapat ditularkan via droplet saluran napas seperti batuk dan bersin, kontak personal seperti berjabat tangan, dan menyentuh benda atau permukaan yang telah terpapar virus seperti menyentuh mulut, hidung, dan mata; serta kontaminasi feses.

IDI Pidie, sebut dr Arika Husnayanti SpOG (K), meminta masyarakat tidak panik karena stress dapat menyebabkan imunitas tubuh berkurang. “Penularan akan lebih cepat jika imunitas berkurang. Pencegahan lain ialah menjaga kebersihan,” kata dia.

Di samping itu, masyarakat juga diminta menghindari keramaian atau terapkan social distancing untuk meminimalisir angka penularan. “Dan hindari kontak langsung dengan penderita Covid-19,” ujarnya.

IDI Cabang Pidie, sebut dr Arika Husnayanti SpOG (K) lagi, telah melakukan sosialisi Covid-19 sebelum kasus pertama pasien Covid-19 di Indonesia dikonfirmasi pemerintah pada 2 Maret 2020 lalu. “Kita lakukan penyuluhan ke 26 puskesmas dan 23 kecamatan. Hingga hari pun, kita kunjungi puskesmas-puskesmas dan kendala yang dilaporkan adalah banyaknya masyarakat dari luar yang pulang ke Pidie dan minimnya alat pelindung diri atau APD,” tutupnya. []

Loading...