Bupati Pidie tak Terbitkan Perbup, Rp 3,9 M Infak untuk Fakir Miskin Mengendap

·
Bupati Pidie tak Terbitkan Perbup, Rp 3,9 M Infak untuk Fakir Miskin Mengendap
Bupati Pidie Roni Ahmad (kanan) yang berkepala plontos saat menghadiri rapat paripurna masa persidangan III DPRK Pidie 2019. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2018 tentang Baitul Mal diterbitkan pada 31 Desember 2018. Qanun ini, di antaranya, mengatur tentang tata cara penyaluran infak. Ketua Komisioner Baitul Mal Pidie, Teungku Zulkifli, mengatakan pasal 127 qanun tersebut mengatur bahwa penyaluran infak dilakukan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penyertaan modal. "Juga diinvestasikan sebagai tabungan dana umat untuk pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat,” kata Teungku Zulkifli, Selasa, 23 Februari 2021.

Namun, hingga tahun anggaran 2021, Bupati Pidie, Roni Ahmad, belum menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Pidie tentang pengelolaan infak dan zakat.

Kepala Bagian Hukum Setdakab Pidie, Ibrahim SH, Selasa, 23 Februari 2021, mengatakan perbup tersebut telah digodok sejak 2020 lalu. “Kita sedang menyesuaikan bahasa yang sesuai dalam perbup tersebut. Mungkin tahun ini akan terbit. Perbup kan ada tahapan. Apalagi produk hukum, kita tak boleh terburu-buru,” kata Ibrahim.

Baca juga:

Akibat belum terbitnya perbup tersebut, Rp 3,9 miliar dana infaq tahun 2020, yang terkumpul pada Baitul Mal Pidie, tidak dapat disalurkan pada yang berhak.

Pada 2020, Baitul Mal Pidie hanya menyalurkan zakat senilai Rp 548 juta untuk lima golongan, yaitu fakir, miskin, gharim, mualaf dan ibnu sabil. "Zakat yang terkumpul pada tahun 2020 sebanyak Rp 184 juta, sedangkan kita salurkan total Rp 548 juta, yang diambil dari SILPA zakat," kata Ketua Komisioner Baitul Mal Pidie, Teungku Zulkifli.

Adapun total SILPA tahun anggaran 2019 dari zakat, infak dan sadaqah adalah Rp 8.595.528.469. []

 

Loading...