Bupati Pidie Minta Maaf pada Masyarakat dan Presiden karena Sebut Covid-19 Senjata Biologis

·
Bupati Pidie Minta Maaf pada Masyarakat dan Presiden karena Sebut Covid-19 Senjata Biologis
Bupati Pidie Ronia Ahmad (tengah) saat mengunjungi RSUD Teungku Chik di Tiro, Kamis, 2 April 2020 malam. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Bupati Pidie Roni Ahmad meralat pernyataannya sebelumnya di mana ia menyebutkan bahwa Covid-19 merupakan senjata biologis dan senjata kimia yang ditransmisikan oleh tenaga listrik untuk menekan angka penduduk, yang ia sampaikan saat mengunjungi Posko Covid-19 Pidie di dalam kompleks Kantor Dinas Kesehatan Aceh, Kamis, 2 Maret 2020.

Mengenakan kaos putih dan kopiah beludru merah, dalam sorotan lampu mobil, di kebunnya di Gampong Kambuek Payapi Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, dalam video berdurasi 5 menit yang menyebar di media sosial, pria yang akrab disapa Abusyik itu meminta maaf atas pernyataan sebelumnya tersebut.

“Saya mohon maaf pada orangtua saya. Juga pada masyarakat saya yang ada di Kabupaten Pidie, terutama sekali kepada bapak presiden dan semua kabinet di negara kita. Saya juga bertanya pada semua dokter atau kepala dinas atau SKPK terkait tentang bagaimana sebenarnya virus Corona tersebut. Di situ, tidak satu pun di antara mereka  yang menjawab maka saya simpulkan virus Corona berdasarkan versi saya sendiri bahwa virus Corona dibawa oleh senjata biologis,” kata Bupati Pidie Roni Ahmad, yang diselingi suara jangkrik.

Baca juga:

Namun demikian, kata Abusyik, dirinya sendiri juga tidak mengerti bagaimana sesungguhnya yang dimaksud senjata biologis itu sendiri. “Saya tidak pernah lihat secara langsung. Tapi saya baca dari buku dan novel. Sekali lagi, saya mohon maaf atas pernyataan saya yang menyatakan Covid-19 adalah senjata biologis,” katanya. “Saya tidak bermaksud macam-macam.”

Kepala Bagian (Kabag) Humas  dan Protokol Setdakab Pidie Muhammad Fadhil mengatakan video permintaan maaf tersebut ditujukan pada publik dan pada Presiden Jokowi serta para kabinet. “Video tersebut diambil kemarin malam, Sabtu, 4 April 2020. Saat video itu diambil saya tidak berada bersama Pak Bupati,” kata Muhammad Fadhil pada sinarpidie.co, Minggu, 5 April 2020. []

Loading...