Kuliner

Bukarah di antara Lebaran, Pesta, dan Kenduri Tujuh Bulanan

·
Bukarah di antara Lebaran, Pesta, dan Kenduri Tujuh Bulanan
Sumber foto: mirahpati.blogspot.co.id

Bicara soal acara adat di Aceh dan Pidie khususnya, kue Bukarah ini adalah penganan yang hadir mulai di acara pernikahan hingga pada acara tujuh bulanan perempuan yang sedang hamil.


sinarpidie.co—Jika Anda mencari penganan asal Aceh, belum lengkap rasanya jika Anda belum mencicipi salah satu kuliner yang satu ini.

Bukarah namanya. Kue ini sekilas terlihat seperti mie kecil-kecil yang terbelit-belit tak beraturan. Namun, di balik bentuknya yang tidak beraturan, kue ini punya rasa yang amat renyah dan legit.

Saya adalah salah satu pecinta kuliner ini. Saya kerap kali memburu penganan ini jika saya melintasi pasar Bereunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie.

Kue ini dijajakan para pedagang khusus penganan khas Aceh di pinggir Jalan Banda Aceh- Medan, Pasar Bereunuen.

Saya sempat berbincang- bincang dengan salah seorang pembuat kue Bukarah Risna Wati, 36 tahun, perempuan asal Kampong Lada, kecamatan Mutiara, Pidie, yang menekuni usaha kue Bukarah ini.

“Usaha ini adalah usaha turun-temurun dari nenek-nenek kami,” katanya, Selasa 29 Agustus 2017.

Risna Wati mengatakan, kue Bukarah banyak diminati jika menjelang lebaran. Jika bukan untuk hari raya, kata dia, biasanya kue Bukarah dipesan untuk acara pameran dan acara-acara adat lainnya, seperti pesta pernikahan dll.

“Biasanya menjelang lebaran pesanan Bukarah meningkat,” tambah Risna Wati.

Kata Risna Wati lagi, kue Bukarah ini punya banyak variasi bentuknya. Jika untuk acara-acara adat, kue ini dibuat dengan bentuk segitiga menyerupai kue pastel, sedangkan untuk kue hari raya, biasanya dibuat berbentuk astor atau dadar gulung.

Untuk proses pembuatannya, kue Bukarah ini hanya memakai bahan yang sangat sederhana, yaitu tepung beras yang diayak halus menggunakan kain selendang yang halus, gula pasir, dan air. Yang kue ini tampak unik adalah cetakannya yang terbuat dari tempurung kelapa yang dilubangi kecil-kecil di bawahnya.

Adonan kue yang telah diaduk dimasukkan ke cetakan tempurung kelapa lalu digoyang-goyangkan di atas periuk berisi minyak panas. Jika kira-kira kue Bukarah sudah terbentuk, adonan kembali disimpan. Kita hanya perlu menunggu adonan yang digoreng matang. Setelah matang, kue Bukarah diangkat dari minyak dan barulah dibentuk sesuai selera.

Untuk urusan harga, pembeli tidak perlu khawatir karena kue Bukarah ini harganya relatif murah dan terjangkau. Cukup dengan Rp 2 ribu saja, kita sudah bisa merasakan sepotong kue Bukarah nan renyah.

Bicara soal acara adat di Aceh dan Pidie khususnya, kue Bukarah ini adalah penganan yang hadir mulai di acara pernikahan hingga pada acara tujuh bulanan ibu hamil. []

Loading...