Broker Dana Desa dan 49 Keuchik di Indrajaya Diperiksa di Kejari Pidie

·
Broker Dana Desa dan 49 Keuchik di Indrajaya Diperiksa di Kejari Pidie
Kediaman DM Alfan Syuri di Mesjid Ulee Gampong, Kemukiman Bluek, Kecamatan Indrajaya. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie telah memanggil dan memeriksa DM Alfan Syuri serta 20 keuchik di Kecamatan Indrajaya sejak Selasa, 8 Februari 2021 terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dana desa di kecamatan tersebut pada tahun anggaran 2016 hingga 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Gembong Priyanto SH MHum, membenarkan proses penyelidikan tersebut. Kata dia, penyelidikan kasus tersebut masih berlanjut. “Karena masih banyak keuchik yang belum dipanggil,” katanya, Senin, 22 Februari 2021.

Pemeriksaan terhadap 49 keuchik di Kecamatan Indrajaya dijadwalkan akan rampung pada Maret 2021. Pemeriksaan awal terhadap DM Alfan Syuri sendiri dilakukan pada Kamis, 4 Februari 2021.

Riwayat singkat kasus

Muhammad Hasan, mantan Kepala Seksi Pemberdayaan Mayarakat dan Desa di Kantor Camat Indrajaya, mengatakan pada 2015, DM Al Fan Syuri semula tercatat sebagai tenaga honorer di kantor camat tersebut. Saat itu, ia adalah tenaga honerer pada Pemberdayaan Masyarakat Desa atau PMD.

“Dia semula bekerja di rental komputer. Karena saya tak begitu mahir komputer, saya meminta bantuannya. Saat itu, ada kegiatan pembuatan profil gampong. Pihak kecamatan yang mengenalkan dia pada 49 keuchik di Kecamatan Indrajaya,” kata Muhammad Hasan, Kamis, 7 Juni 2018 yang diwawancarai sinarpidie.co di kediamannya, di Gampong Rumia, Kecamatan Indrajaya. “Menyusul kemudian pembuatan APBG dan LPJ.”

Kisaran ongkos untuk jasa pembuatan dokumen R-APBG, RAB pekerjaan konstruksi, RAB biaya pengawasan pekerjaan konstruksi dan LPJ Gampong pada DM Alfan Syuri antara Rp 20 juta hingga 30 juta per gampong. Praktik tersebut telah dia jalankan sejak 2015 silam.

Sikat proyek DD

Selain mengambil ongkos untuk jasa pembuatan dokumen APBG, RAB pekerjaan konstruksi, RAB biaya pengawasan pekerjaan konstruksi dan LPJ gampong, DM Alfan Syuri disebut-sebut juga mengelola sejumlah proyek yang dananya bersumber dari dana desa, seperti pembuatan profil gampong dan dokumen pemetaan wilayah gampong, baliho publikasi penggunaan APBG, dan pengadaan genset.

Selain 49 gampong di Kecamatan Indrajaya, DM Alfan Syuri juga merambah gampong-gampong lainnya di Kecamatan Keumala, Peukan Baro, Mutiara Timur dan Tiro.

Baca juga:

“Seharusnya pantau juga pendamping yang buat APBG, jangan saya saja yang dipantau, karena selama saya tidak merugikan orang lain dan tujuan membantu orang, maka orang lain jangan coba ganggu saya. Saya pun tidak minta. Kalau ada didatangi ke rumah saya layani, kalau tidak, tidak ada urusan saya minta-minta. Mau berapa gampong yang aku pegang dan buat laporan, dan berapa harga yang kuambil itu urusanku, jadi cukup sampai disini saja pertanyaanmu, jangan sampai tegang nanti, ini hari baik bulan baik,” kata DM Alfan Syuri saat dikonfirmasi sinarpidie.co di rumahnya di Mesjid Ulee Gampong, Kemukiman Bluek, Kecamatan Indrajaya, Senin, 28 Mei 2018 lalu.

Sumber sinarpidie.co mengatakan modus DM Alfan Syuri menarik simpati para keuchik untuk menggunakan jasanya ialah dengan menjanjikan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan pembagian persen atau fee dari proyek-proyek gampong yang ia susun. []

 

Loading...