BPOM Banda Aceh Pantau Penarikan Obat Ranitidine Injeksi 25 mg/ml

·
BPOM Banda Aceh Pantau Penarikan Obat Ranitidine Injeksi 25 mg/ml
Ilustrasi obat. Sumber foto: cnbcindonesia.com.

sinarpidie.co--Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh saat ini sedang memantau proses penarikan obat maag dan asam lambung merk Ranitidine Injeksi 25 mg/ml yang diproduksi PT Phapros Tbk dan disalurkan melalui distributor perusahaan tersebut.

Kepala BPOM Banda Drs Zulkifli Apt mengatakan, penarikan obat tersebut dari pasar dilakukan sejak BPOM Pusat menerbitkan surat edaran penarikan obat tersebut karena cemaran N-nitrosodimethylamine yang sudah di luar ambang batas yang diperbolehkan.

“N-nitrosodimethylamine dapat memicu sel kanker dalam tubuh. Kami hanya memantau penarikan produk tersebut, yang melakukan penarikan itu melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) selaku perpanjangan tangan pabrik produk tersebut di daerah,” kata Zulkifli pada sinarpidie.co, Selasa, 8 Oktober 2019 via telepon selular.

Kata dia, surat pemberitahuan penarikan produk tersebut sudah diteruskan pada seluruh fasilitas kesehatan (Faskes), tenaga kesehatan, dokter, dan apoteker di Aceh.

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak dipesan lagi dan tidak meresepkan lagi obat tersebut kepada pasien, khususnya produk ranitidine injeksi 25 mg/ml,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie Efendi SSos MKes melalui Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan pada Dinkes Pidie, Ulia Maksum, mengatakan, saat ini produk ranitidin injeksi 25 mg/ml di instalasi farmasi Dinkes Pidie telah kosong.

“Kalau di apotek-apotek sepertinya sudah menerima informasi terkait produk ranitidine yang disuruh tarik BPOM. Biasanya pihak distributor langsung yang melakukan penarikan produk itu di apotek,” kata Ulia Maksum. []

Komentar

Loading...