Bisakah Pupuk Bersubsidi Beredar di Kios Pengecer sedangkan Kartu Tani belum Tersalurkan?

·
Bisakah Pupuk Bersubsidi Beredar di Kios Pengecer sedangkan Kartu Tani belum Tersalurkan?
Selama bertahun-tahun, petani di Kecamatan Pidie, Pidie, tak lagi mengakses pupuk bersubsidi. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

Kelangkaan pupuk pada Januari (musim tanam rendengan) setiap tahun dipicu oleh lambannya penyelesaian administrasi penyaluran pupuk bersubsidi. Selain itu, kuota pupuk bersubsidi hanya 30 persen dari total RDKK. Tahun ini, penebusan pupuk bersubsidi direncanakan melalui kartu tani, di mana data para petani di-input melalui e-RDKK. In put e-RDKK lamban dan kartu tani belum tersalurkan.

sinarpidie.co — Aiyub Abdullah, 52 tahun, warga Gampong Mancang, Kecamatan Pidie, sudah dua tahun tidak lagi membeli pupuk subsidi, karena setiap kali dia hendak membeli pupuk bersubsidi di kios pengecer, stok atau persediaan pupuk-pupuk bersubsidi selalu kosong.

Aiyub menyewa lahan milik orang lain yang terletak di Gampong Mancang. Luasnya 14 are atau 1.400 meter persegi.

Selama dua tahun belakangan, Aiyub menggunakan campuran pupuk Urea dan NPK Phonska non-subsidi. "Harga NPK Phonska non-subsidi Rp 300 ribu per zak 50 kilogram. Untuk sawah seluas 14 are sawah, saya campur 25 kilogram Urea dan 25 kilogram NPK,” katanya, Rabu, 27 Januari 2021.

Hal yang sama juga dituturkan Bustami, 62 tahun, dan M Kasem, 53 tahun, warga Gampong Blangkula, Kecamatan Pidie. Baik Bustami maupun M Kasem sudah enam tahun tidak pernah lagi membeli pupuk bersubsidi.

"Saya selalu mendapat informasi saat pupuk subsidi masuk, tapi saat saya pergi ke kios pengecer, pupuk subsidi telah habis. Kami sangat kewalahan,” kata Kasem.

"Saya memakai campuran pupuk Magnesium Cap Burung Terbang, pupuk KNO3 putih, dan pupuk ZA non-subsidi,” kata Bustami.

Di Kecamatan Pidie, terdapat enam kios pengecer pupuk bersubsidi, yaitu UD Bahagia, UD Mirni, UD Makmur Tani, UD Muara Tani, UD Beujaya Raseuki Tani, dan UD Tani Jaya.

Secara keseluruhan, terdapat 133 kios pengecer yang tersebar di 23 kecamatan di Pidie. 133 kios pengecer ini mendapat pasokan pupuk dari tujuh distributor pupuk bersubsidi, yaitu CV Andalas, PT Beuna Raseuki Trasindo, CV Blang Raya Kupula, CV Putra Jaya Tani Mandiri, CV Aliya Agro Persada, CV Tuah Tamita, dan PT Pertani.

Luas tanam musim rendengan 2020/2021, ditambah luas tanam tambah atau LTT, diperkirakan 23.220 hektare, sedangkan alokasi pupuk bersubsidi pada sub-sektor pertanian tanaman pangan untuk Pidie: 14.810 ton. Rinciannya: Urea 8 ribu ton, SP-36 18 ton, ZA 12 ton, NPK 6 ribu ton, dan Organik 780 ton.  Sementara, kebutuhan pupuk untuk musim tanam rendengan kali ini di Pidie adalah 24.902,70 ton. Dengan kata lain, terjadi kekurangan 10.092,70 ton, kebutuhan pupuk di Pidie dalam musim tanam rendengan ini.

Belum tersalurkan

Seharusnya, pada Januari 2021, 1.075 ton Urea, 4 ton SP, 5 ton ZA, 1000 ton NPK, 153 ton pupuk Organik bersubsidi telah beredar di kios-kios pengecer. Namun hal itu tidaklah terealisasi.

Azhar, pemilik UD Makmur Tani, salah satu kios pengecer pupuk bersubsidi di Gampong Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjong, mengatakan pupuk bersubsidi untuk Januari 2021 belum masuk ke kiosnya. “Kata distributor bulan depan,” katanya, Jumat, 29 Januari 2021.

Baca juga:

Keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi ini disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kontrak antara distributor dan kios pengecer berlarut-larut dan memakan waktu yang lama, ditambah waktu yang dibutuhkan distributor untuk mengevaluasi kinerja kios pengecer di bawah mereka; lambannya proses in put RDKK atau Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok, yang menjadi dasar penyaluran pupuk bersubsidi pada masyarakat tani; dan belum tuntasnya sosialisasi dan penyaluran kartu tani.

Asisten II Setdakab Pidie, Buchari AP MSi, mengatakan kuota pupuk bersubsidi untuk Pidie hanya 30 persen dari total RDKK. Untuk menutupi kekurangan 70 persen pada musim tanam rendengan dan musim gadu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie, katanya, akan meminta tambahan kuota pada Pemerintah Aceh. “Dan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi. Untuk kartu tani, sedang persiapan penyaluran,” katanya, Kamis, 28 Januari 2021.

Tahun ini, penebusan pupuk bersubsidi direncanakan melalui kartu tani, di mana data para petani di-input melalui e-RDKK. []

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi 2021:

1.      UREA : Rp 112.500 per sak 50 kg,

2.      SP36 : Rp 120.000 per sak 50 kg,

3.      ZA :  Rp 85 ribu per sak 50 kg,

4.      NPK : Rp 115.000 per sak 50 kg,

5.      ORGANIK : Rp 32.000 per sak 40 kg.

Loading...