Kuliner

Beulacan dan Harga Kelapa

·
Beulacan dan Harga Kelapa
Beulacan yang dijajakan pedagang sayur di Pasar Garot. (sinarpidie.co/Ayu Muliana).

sinarpidie.co--Syuhada, 36 tahun, salah seorang pembuat beulacan, sedang menitipkan beulacan dagangannya pada beberapa pedagang sayur di Pasar Garot, Jumat 29 Desember 2017 pagi, saat ditemui sinarpidie.co.

Ia mengatakan, usaha beulacan ini merupakan usaha keluarga yang sudah ditekuni selama bertahun-tahun.

Akhir-akhir ini, kata dia, permintaan pesanan beulacan semakin meningkat, namun di lain sisi harga kelapa melonjak naik dari Rp 2000 per buah menjadi Rp 5000 per buah.

“Kami terkendala dengan bahan bakunya, yaitu kelapa yang harganya tinggi,” kata perempuan asal Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, itu. “Satu kelapa menghasilkan 20 beulacan, Jika harga kelapa tinggi, otomatis laba yang kami peroleh sangat sedikit.”

Syuhada menjelaskan,  beulacan dagangannya dititipkan pada penjual sayur. Harga beulacan yang dijual Rp 1000. Syuhada memperoleh Rp 800 per buah. Rp 200 untuk pedagang sayur tempat beulacan-beulacannya ia titipkan. Selain pada pedagang sayur, Syuhada juga menitipkan beulacan pada warung-warung makan. Harganya sama, yaitu Rp 800 per belacan.

Beulacan merupakan salah satu kuliner khas Aceh. Di beberapa daerah, beulacan  tidak dibungkus daun pisang tapi kelapa yang diparut. Dibumbui dan hanya ditumis.

Pada sebagian daerah lainnya di Aceh, beulacan dibungkus daun pisang dan dipanggang, sehingga aroma kelapa parut yang dibumbui lebih khas.

Adapun bumbu-bumbu yang dipakai adalah bumbu-bumbu dapur sederhana, seperti bawang merah, cabe, daun jeruk, daun teumurui, dan terasi untuk aroma yang lebih khas. []

Loading...