Nilai kontrak Rp 900 juta tanpa tender

Bertahun-tahun Rumah Warga Disapu Gelombang Purnama, Talud Darurat di Geunteng Barat Akhirnya Dibangun

·
Bertahun-tahun Rumah Warga Disapu Gelombang Purnama, Talud Darurat di Geunteng Barat Akhirnya Dibangun
Talut darurat sepanjang 260 meter dengan kedalaman lima hingga tujuh meter di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, saat ini sedang dibangun. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co —Talud darurat sepanjang 260 meter dengan kedalaman lima hingga tujuh meter di Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, saat ini sedang dibangun setelah puluhan kali masyarakat gampong setempat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie membangun tanggul pemecahan ombak di sana. Sedikitnya, 15 rumah warga di sana telah disapu gelombang purnama dalam kurun waktu 11 tahun terakhir.

Keuchik Gampong Geunteng Barat, Kecamatan Batee, Pidie, Saiful Azmi, mengatakan realisasi pembangunan talud tersebut sudah mencapai 75 persen.

"Mulai dikerjakan 23 Agustus. 25 persen lagi selesai,” katanya, Rabu, 16 September 2020. "Pembangunan talud darurat ini sebenarnya tidaklah cukup dan tidak akan bertahan lama. Bisa saja di kemudian hari, ombak akan kembali menghancurkan rumah warga.”

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Pidie Dewan Ansari mengatakan anggaran yang digelontarkan untuk pembangunan  talud tersebut senilai Rp 900 juta.

Baca juga:

“Proyek tersebut tidak ditender. PL. Karena itu dana darurat maka mekanisme bisa tanpa ditender,” kata dia, Rabu, 16 September 2020.

Selain di Gampong Geunteng Barat, talud penahan tebing sepanjang 50 meter juga akan dibangun di Gampong Meunasah Raya, Kemukiman Klibeut, dengan anggaran Rp 500 juta tahun ini. []

Loading...