Tak dialihkan untuk penangan Covid-19

Belanja Hibah pada Disperindagkop dan UKM Pidie belum Tersalurkan

·
Belanja Hibah pada Disperindagkop dan UKM Pidie belum Tersalurkan
Gedung kantor Disperindag UKM Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Belanja hibah barang pada Disperindagkop UKM Pidie senilai Rp 2,4 miliar pada tahun anggaran 2020 belum tersalurkan. Kepala Disperindagkop UKM Pidie Zulkifli ST mengatakan pihaknya sedang fokus untuk penanganan Covid-19 sehingga belanja hibah tersebut belum terproses. “Kita konsentrasi untuk penanganan Covid dulu,” kata Zulkifli ST, Jumat, 27 Maret 2020.

Meski pihaknya sedang fokus menangani Covid-19, hibah barang senilai Rp 2,4 miliar tersebut tidak diusulkan untuk direalokasi pada penanganan Covid-19. “Itu Pokir Dewan dan tidak bisa kita proses sembarangan,” kata Zulkifli ST.

Belanja hibah barang yang diserahkan kepada pihak ketiga atau masyarakat Rp 530 juta berupa pengadaan becak barang, pengadaan barang dagangan untuk pengembangan usaha jualan kios, dan pengadaan barang dagangan untuk pengembangan usaha pedagang keliling.

Lalu, belanja hibah berupa pengadaan mesin dan peralatan somil untuk pengembangan usaha pengelohana kayu untuk Koperasi Sejahtera Bersama Rp 100 juta. Selanjutnya, belanja hibah barang seperti peralatan dan perlengkapan untuk pengembangan usaha pengantin atas nama Alfida dan pengadaan peralatan dan perlengkapan usaha air isi ulang untuk Kelompok Usaha Muda Karya, pengadaan bahan, peralatan dan perlengkapan untuk Pengembangan usaha papan bunga Poly Kreasi di Gampong Sukon, Kecamatan Grong-Grong, dan pengadaan mesin dan peralatan untuk pengembangan usaha Depot Air Kecamatan Glumpang Tiga, dengan total anggaran senilai Rp 340 juta.

Terakhir, belanja hibah mesin jahit Brother Azkia Taylor serta sejumlah mesin jahit untuk masyarakat lainnya dan pengadaan sejumlah peralatan pembuatan kue dengan total anggaran senilai Rp 1 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Idhami SSos MSi mengatakan sejauh ini Pemkab Pidie belum mewacanakan untuk melakukan realokasi belanja hibah dan bansos dalam APBK Pidie tahun anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19. “Kita baru sortir sejumlah kegiatan 2020 di Bappeda, disiapkan guna dialihkan atau refocusing kegiatan sebagaimana instruksi dari Kementerian Keuangan,” kata Idhami, Jumat, 27 Maret 2020. “Di Dinas sosial kita juga fokus dan pantau penyaluran PKH dan BPNT agar tidak terkendala di lapangan.”

Loading...