Banjir di Pidie dan Menjamurnya Eksploitasi Sertu di sepanjang DAS Krueng Baro

·
Banjir di Pidie dan Menjamurnya Eksploitasi Sertu di sepanjang DAS Krueng Baro
Tanggul DAS Krueng Baro sepanjang 50 meter di Gampong Gajah Aye, Kecamatan Pidie, ambruk.

Data yang dihimpun sinarpidie.co pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Pidie, Kamis, 21 Januari 2021, terdapat tiga pemegang izin usaha pertambangan (IUP) pasir batu di sepanjang DAS Krueng Baro di Kecamatan Keumala: Gampong Tunong, Gampong Pulo Pante, dan Gampong Sagoe. Dua lainnya di sepanjang DAS di kecamatan yang sama sedang dalam proses mengurus izin tersebut. Di Kecamatan Sakti, izin pertambangan pasir batu diterbitkan di Gampong Balue Tanoh dan Gampong Kandang.

sinarpidie.co—Banjir yang merendam ratusan rumah yang terletak di Gampong Mee, Gampong Baroh, Gampong Paya dan Gampong Karieng, Kecamatan Grong-Grong; Gampong Mancang, Gampong Bie, Gampong Puli dan Gampong Seuke, Kecamatan Pidie, serta Gampong Dayah Tuha dan Dayah Baroh, Kecamatan Batee, pada Rabu, 20 Januari 2021, belum surut hingga Kamis, 21 Januari 2021.

Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, H Junidar SSos MM, mengatakan belum surutnya air yang menggenangi ratusan rumah tersebut dikarenakan air laut sedang pasang.

"Lebar sungai yang melintasi gampong-gampong yang masih terendam banjir  kecil dan dangkal,” katanya, Kamis, 21 Januari 2021. "Di Gampong Seuke Kecamatan Pidie malah banyak kandang sapi dan tanaman warga yang ditanam di bantaran sungai.”

Hujan deras yang mengguyur Pidie dalam beberapa waktu belakangan mengakibatkan volume air meningkat dan mengakibatkan Sungai Krueng Baro, Krueng Paloh, dan Krueng Lala meluap ke pemukiman penduduk.

Peta Rawan Banjir. Dok. sinarpidie.co. Sumber: BPBD Pidie.

M Nasir, warga Gampong Siron Paloh, Kecamatan Padang Tiji, mengatakan meluapnya Krueng Paloh dikarenakan sungai yang kecil dan dangkal.

"Saat musim kemarau, debit air Krueng Paloh hanya setinggi 30-50 sentimeter. Kedalaman keseluruhan Krueng Paloh hanya tiga atau empat meter dengan lebar sekitar enam meter,” katanya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie melakukan normalisasi Krueng Paloh sepanjang 21 kilometer yang berhulu di Blang Tambon Gampong Kret Paloh dan bermuara (hilir) ke Pasi Peukan Pidie.

Menjamurnya ekploitasi sertu di sepanjang DAS Krueng Baro

Data yang dihimpun sinarpidie.co pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Pidie, Kamis, 21 Januari 2021, terdapat tiga pemegang izin usaha pertambangan (IUP) pasir batu di sepanjang DAS Krueng Baro di Kecamatan Keumala: Gampong Tunong, Gampong Pulo Pante, dan Gampong Sagoe. Dua lainnya di sepanjang DAS di kecamatan yang sama sedang dalam proses mengurus izin tersebut. Di Kecamatan Sakti, izin pertambangan pasir batu diterbitkan di Gampong Balue Tanoh dan Gampong Kandang.

Krueng Baro memiliki panjang 52,00 kilometer, dari Keumala, Titeu, Sakti, Mila, Indrajaya, Delima, Pidie, hingga Kota Sigli.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Safrizal SSTP MEc Dev, Kamis, 21 Januari 2021 mengatakan, "Kaitan antara banjir dan galian C, mungkin memiliki pengaruh besar, tetapi kita tidak tahu sebesar apa pengaruhnya. Itu harus kita kaji kembali."

Alih fungsi lahan dan amburadulnya RTRW

“Kecamatan Pidie adalah kecamatan paling tinggi yang mengalami penyusutan sawah untuk pembangunan perumahan oleh pengembang,” kata Hasballah SP MM, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Senin, 10 Februari 2020 lalu.

Sebelumnya, Imum Mukim Sanggeue, Kecamatan Pidie, Pidie, Husaini mengatakan rencana alihfungsi lahan pertanian sekira 17 hektare di tiga gampong di Kecamatan Pidie, yaitu Gampong Tibang, Krueng Dho, dan Leubeu, untuk pembangunan perumahan pada tahun 2020, sedang dalam proses. “Saat ini sudah mulai pendataan untuk pembebasan lahan,” kata Mukim Sanggeue Husaini, Selasa, 11 Februari 2020.

Di Grong-Grong, ruko di bangun di atas bantaran saluran irigasi.

Baca juga:

Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas PU PR Pidie, Muhammad Khalid, mengatakan pihaknya belum mendata jumlah bangunan yang sudah mengantongi IMB dan bangunan yang belum mengantongi IMB di Pidie. “Karena secara tupoksi hal itu sudah tidak berada di kami lagi,” kata Muhammad Khalid, Rabu, 24 Juni 2020 lalu.

Banjir luapan yang terjadi di Kecamatan Pidie dan Grong-Grong tak dapat dipisahkan dari pembangunan ruko-ruko yang semrawut tanpa disertai saluran pembuang yang baik.

Per Rabu, 20 Januari 2021, BPBD Pidie mencatat 3.017 KK (10.934 jiwa) yang tersebar di 73 gampong dalam enam kecamatan di Pidie (Padang Tiji, Mila, Delima, Pidie, Grong-Grong, Batee, dan Glumpang Baro) terdampak banjir yang menerjang Pidie dalam Januari 2021. []

Loading...