Kriminal

[Bagian II-Selesai] Laku Sang Jagal Bimteks Rp 459 Juta

·
[Bagian II-Selesai] Laku Sang Jagal Bimteks Rp 459 Juta
Sumber ilustrasi: penasultra.com.

Ditanyai sinarpidie.co mengapa uang ditransfer ke rekening pribadi atas nama Kamaliah dengan nomor rekening BRI Cabang Medan Ismud, Hendra Ds menjawab, “Itu untuk memudahkan perputaran uang. Kalau ke rekening lembaga kadang-kadang pencairannya rumit sekali. Untuk bayar hotel dan bayar narasumber perlu akses yang cepat.”

sinarpidie.co--Satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam negeri dan uang representasi di Aceh tahun anggaran 2019, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 /PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2019, ialah  Rp 360 ribu orang per hari (OH) untuk luar kota, Rp 140 ribu dalam kota lebih dari 8 jam per OH, dan diklat Rp 110 ribu per OH. Lalu, satuan biaya penginapan perjalanan dinas dalam negeri—tarif hotel— pejabat eselon IV/golongan III dan golongan I/II: Rp 556 ribu per OH.

Satuan biaya transportasi darat dari ibu kota provinsi ke suatu kabupaten atau kota dalam provinsi yang sama dan juga sebaliknya, yang belum tercantum dalam Permen tersebut mengacu pada harga pasar (at cost) dengan tetap mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan.

Kepala Bidang (Kabid) Mukim dan Gampong pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Munandar SSTP mengatakan untuk bimbingan teknis yang diikuti oleh pemerintahan gampong dalam Kabupaten Pidie pada tahun anggaran 2019 telah dipayungi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Pidie tentang Pedoman dan Standar Biaya Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah Gampong dalam Kabupaten Pidie. “Coba di keuangan dicek Perbup tersebut,” kata dia, Senin, 6 Januari 2020.

sinarpidie.co mencoba menelusuri keberadaan Perbup tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, sinarpidie.co belum menemukan Perbup itu. Sebagai pembanding, Perbup Pidie Jaya Nomor 18 tahun 2018 tentang Pedoman Standar Biaya Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah Gampong dalam Kabupaten Pidie Jaya, mengatur, anggaran perjalanan dinas dalam Provinsi Aceh keuchik dan ketua tuha peuet Rp 700 ribu, yang terdiri dari penginapan Rp 450 ribu dan uang harian Rp 250 ribu. Sementara, perangkat gampong dan anggota tuha peut Rp 500 ribu, yang terdiri dari Rp 300 ribu untuk penginapan dan Rp 200 ribu untuk uang harian.

Bimteks manajemen gampong dan manajemen BUMG yang diikuti 90 peserta dalam 30 gampong di Kecamatan Pidie yang digelar Lembaga Management Indonesia (Lemindo) di sebuah hotel di Banda Aceh menguras biaya Rp 3.800.000 per peserta atau total anggaran yang dikuras Rp 342.000.000. Lalu, di Kecamatan Muara Tiga, 39 peserta dalam 13 gampong menyetor Rp 3.000.000 per peserta atau total anggaran yang digelontorkan ialah Rp 117.000.000.

Bimteks ini digelar di akhir tahun atau menjelang tutupnya buku anggaran tahun anggaran 2019. Di Pidie, Lemindo sedikitnya mampu menghimpun Rp 459.000.000 melalui kegiatan bimteks tersebut.

Kata Munandar, ia belum bisa memastikan, apakah perjalanan dinas dan bimteks 90 perangkat gampong di Kecamatan Pidie dan 39 perangkat gampong di Kecamatan Muara Tiga, yang digelar Lemindo, tertera dalam APBG tahun anggaran 2019 setiap gampong tersebut atau tidak. “Tapi yang pasti tentu semua kegiatan tersebut tertera dalam APBG,” ujarnya.

sinarpidie.co menghubungi Hendra Ds, Humas dan Pemasaran pada Lembaga Management Indonesia (Lemindo), Sabtu, 4 Januari 2020, dengan alasan ingin menjadi calo bimteks yang digelar lembaga tersebut. Nomor kontak Hendra diperoleh pada surat Lamindo nomor 034/LMI.9/SK/4/X/2019 tertanggal 29 Oktober 2019. Ditanyai sinarpidie.co mengapa uang ditransfer ke rekening pribadi atas nama Kamaliah dengan nomor rekening BRI Cabang Medan Ismud, Hendra Ds menjawab, “Itu untuk memudahkan perputaran uang. Kalau ke rekening lembaga kadang-kadang pencairannya rumit sekali. Untuk bayar hotel dan bayar narasumber perlu akses yang cepat.”

Ditanyai berapa fee yang diberikan pada Amiruddin Mk yang bertindak sebagai perantara atau operator di lapangan, yang berhasil menggalang 129 perangkat gampong di Kecamatan Pidie dan Muara Tiga untuk mengikuti bimteks tersebut setelah ia diduga mencatut nama PWI Pidie untuk kepentingan pribadinya, baik itu saat ia berhubungan dengan Lemindo maupun dengan para perangkat gampong, Hendra Ds kembali menjawab, "Fee untuk Bang Amir saya sudah lupa, Bang. Yang pastinya ada sedikit uang minyak untuk Bang Amir karena dia sudah capek-capek ke Banda Aceh juga."

Baca juga:

Sekretaris PWI Pidie Amiruddin Mk menampik telah mencatut nama PWI Pidie dalam bimteks tersebut. Namun ia tak membantah posisinya sebagai calo dalam proyek tersebut.

“Saya tanya sama Anda, apakah ada tertulis nama PWI di situ?” kata Amiruddin Mk melalui sambungan telepon selular, Selasa, 31 Desember 2019 yang disertai makian yang kasar.

Pelaksanaan bimteks tersebut diduga tak disertai dengan MoU. []

Reporter: Candra Saymima dan Diky Zulkarnen

Komentar

Loading...