Laporan mendalam/DAK Pertanian Pidie

[Bagian I] Dugaan Korupsi yang Bermula dari Pengingkaran terhadap Juklak dan Juknis

·
[Bagian I] Dugaan Korupsi yang Bermula dari Pengingkaran terhadap Juklak dan Juknis
Dam parit di Gampong Beungga Tangse senilai Rp 165.796.850. (sinarpidie.co/Firdaus).

Pembangunan irigasi air tanah, embung, dam parit, di Pidie yang bersumber dari DAK Fisik Pertanian 2018 diduga cacat prosedur sejak perencanaan.

sinarpidie.co— Total alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian untuk Pidie pada tahun anggaran 2018 ialah Rp 2, 4 milliar. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Pidie Jaya yang memperoleh DAK Fisik Bidang Pertanian pada 2018 sebesar Rp 3 milliar.

Dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10.1/Permentan/RC.120/3/2018 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan DAK Fisik Bidang Pertanian Tahun Anggaran 2018 disebutkan, ruang lingkup kegiatan yang dibiayai DAK Fisik Bidang Pertanian untuk level kabupaten atau kota adalah kegiatan pembangunan/perbaikan irigasi air tanah (dangkal/dalam), embung, dam parit, long strorage, dan pintu air. Lalu, pembangunan/perbaikan jalan pertanian: jalan usaha tani dan jalan produksi.

Terakhir, pembangunan/perbaikan balai penyuluhan pertanian (BPP) di Kecamatan dan penyedian sarana pendukungnnya; dan Pembangunan/perbaikan balai/instalasi perbibitan dan hijauan pakan ternak, Puskeswan, RPH serta penyedian sarana pendukungnya.

Untuk kegiatan pembangunan atau perbaikan balai penyuluhan pertanian (BPP) di kecamatan dan penyedian sarana pendukungnnya serta kegiatan pembangunan/perbaikan balai/instalasi perbibitan dan hijauan pakan ternak, puskeswan, RPH serta penyedian sarana pendukungnya, dapat dilakukan dengan metode swakelola atau kontraktual.

Sedangkan untuk pembangunan/perbaikan irigasi air tanah (dangkal/dalam), embung, dam parit, long strorage, dan pintu air serta pembangunan/perbaikan jalan usaha tani dan jalan produksi wajib dilakukan melalui model swakelola padat karya (Cash for Work).

Baca juga:

Dalam Pasal 12 ayat 2 Permentan Nomor 45 Tahun 2017 tentang Juknis DAK Bidang Pertanian Tahun 2018 disebutkan, model swakelola padat karya mengikutsertakan partisipasi masyarakat petani, poktan, gapoktan, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan Gabungan P3A (GP3A).

DAK Swakelola Padat Karya dan kontraktual di Pidie

sinarpidie.co menelusuri sejumlah kegiatan yang dibiayai dengan DAK Bidang Pertanian 2018 di Pidie, di antaranya, pembangunan irigasi air tanah/sumur bor Gampong Kupula Tanjong Kecamatan Padang Tiji dengan nilai Rp 200 juta, termasuk biaya perencanaan sebesar Rp 6 juta dan pengawasan Rp 4 juta di dalamnya; pembangunan embung di Gampong Babah Jurong Mila dengan nilai Rp 285 juta; Pembangunan Embung Gampong Blang Cut Mila dengan nilai Rp 280 juta; pembangunan embung di Gampong Cot Baroh Glumpang Tiga dengan nilai Rp 285 juta. Anggaran untuk perencanaan tiga embung tersebut adalah Rp 26. 850.000, sementara anggaran pengawasan mereka sebesar Rp 17.900.000.

Irigasi air tanah/sumur bor Gampong Kupula Tanjong Kecamatan Padang Tiji dengan nilai Rp 200 juta, termasuk biaya perencanaan sebesar Rp 6 juta dan pengawasan Rp 4 juta di dalamnya. Pembangunan irigasi ini tak memiliki bangunan pengatur berupa pintu dan boks pembagi. Penggalian sumur bor dengan kedalaman 100 meter lebih tak didahului dengan survey geolistrik/pumping test untuk mengetahui ketersediaan sumber air, debit air dan jenis pompa. Di samping itu, tak ada tempat penampungan air di sana sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10.1/Permentan/RC.120/3/2018 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan DAK Fisik Bidang Pertanian Tahun Anggaran 2018. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Kemudian, pembangunan Dam Parit di Gampong Blang Jeurat Tangse senilai Rp 190 juta, Gampong Empeh Mutiara Timur Rp 166.250.000, dan Gampong Beungga Tangse Rp 165.796.850. Untuk anggaran perencanaan tiga kegiatan tersebut Rp 16. 458.690 dan anggaran untuk pengawasan Rp 10.990.460.

Pembangunan Dam Parit di Gampong Blang Jeurat Tangse senilai Rp 190 juta, yang tak memiliki bendung/pelimpas, pengendali/pintu air, pintu penguras, dan kolam olak. Dan lokasi dam parit tidak memiliki debit air minimal 5 liter/detik.
Dam parit di Gampong Empeh Mutiara Timur Rp 166.250.000, yang tak memiliki bendung/pelimpas dan kolam olak. Dan lokasi dam parit tidak memiliki debit air minimal 5 liter/detik. Kualitas pekerjaan buruk. (sinarpidie.co/Firdaus).

Untuk jalan, pembangunan jalan produksi Gampong Pulo Baro Tangse senilai Rp 190 juta. Biaya perencanaannya Rp 6 juta, sedangkan biaya pengawasan Rp 4 juta.

Pelaksana Swakelola padat karya harus melakukan pemasangan papan nama atau prasasti yang permanen dengan mencantumkan: kelompok penerima, desa, kecamatan, kabupaten, titik koordinat, sumber dana, dan tahun dibuat. Semua kegiatan di Pidie tak memiliki hal itu karena pemasangan prasasti tak dicantumkan dalam RAB. Selain itu, secara keseluruhan realisasi fisik di lapangan diklaim sudah mencapai 100 persen, sedangkan realisasi keuangan sudah mencapai 70 persen (penyaluran tahap II).

Kondisi tanah lokasi embung di Gampong Cot Baroh Glumpang Tiga dengan nilai Rp 285 juta ”porous” di mana dasar embung tersebut tidak dilapisi (batu/semen/plastik/ geomembran/tanah liat). (Firdaus/sinarpidie.co).

DAK Kontraktual

Sejumlah kegiatan yang dibiayai DAK Fisik Pertanian 2018 untuk Pidie lainnya yang dikerjakan dengan metode kontraktual ialah rehabilitasi dan pengadaan sarana pendudukung BPP Glumpang Tiga sebesar Rp 190 juta, sedangkan perencanaan dan pengawasannya Rp 10 juta.

Rehabilitasi dan pengadaan sarana pendudukung BPP Glumpang Tiga sebesar Rp 190 juta, sedangkan perencanaan dan pengawasannya Rp 10 juta. Yang dilakukan pengecatan, mengganti plafon, atap, dan loteng. (sinarpidie.co/Firdaus).

Lalu, rehabilitasi BPP Padang Tiji senilai Rp 190 juta dengan biaya perencanaan dan pengawasan Rp 10 juta. Selanjutnya, timbunan BPP Grong-Grong senilai Rp 74 juta, sedangkan nilai perencanaan dan pengawasannya Rp 5 juta.  Terakhir, rehabilitasi BPP Tangse senilai Rp 190 juta dengan biaya perencanaan dan pengawasan Rp 10 juta. []

Bersambung bagian II [klik di sini]

Reporter: Firdaus, Diky Zulkarnen, Candra Saymima.

Loading...