Apa yang telah Dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Pidie dalam Dua Bulan Ini?

·
Apa yang telah Dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Pidie dalam Dua Bulan Ini?
Posko Covid-19 Pidie di dalam Kompleks Dinas Kesehatan Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co—Petugas kesehatan, personil TNI/Polri, dan satpol PP sedang berbincang-bincang di dalam bangunan bercat putih seluas 6 x 7 meter di dalam kompleks Kantor Dinas Kesehatan Pidie, Senin, 27 April 2020. Di dalam bangunan tersebut, terdapat dua lemari, lima meja kerja, tiga tempat tidur bongkar pasang, satu komputer, satu televisi plasma, satu papan informasi berlatar hijau, dan belasan kursi.

Di dalam sebuah kamar seukuran 3 x 4 meter di dalam bangunan itu, tersimpan beberapa set pakaian hamzat, termometer gun dan tumpukan dokumen.

Di depan pintu bangunan tersebut, terdapat sebuah tempat cuci tangan dan sebuah rak sorong. Pada bagian depan bangunan itu penuh tempelan kertas bertuliskan ‘area wajib masker’ dan ‘cuci tangan sebelum masuk’.

Itu adalah Posko Penanganan Covid-19 Kabupaten Pidie. Sedikitnya terdapat empat ambulans di sana, tetapi hanya dua ambulans yang disiagakan untuk penanganan Covid-19.

Setidaknya, dalam satu shift kerja selama 12 jam, terdapat tiga anggota Public Safety Center (PSC) dan dua pegawai Dinas Kesehatan yang stand by selama 24 jam pada Senin hingga Sabtu.  Pada Minggu, shift kerja dibagi tiga.

Selain dua pegawai Dinas Kesehatan, dua anggota Polri, dua anggota TNI, dan dua anggota Satpol PP juga membagi dua shift dalam satu hari. Hanya BPBD Pidie yang mengirimkan satu petugas dalam setiap shift untuk stand by di posko tersebut.

“Yang piket di sini selama ini belum pernah sekalipun diberikan honor. Tetapi rekap petugas yang piket di gedung ini sudah diberikan pada Kepala BPBD Pidie,” kata seorang petugas di sana yang identitasnya enggan dituliskan, Senin, 27 April 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Dewan Ansari membenarkan bahwa petugas di posko tersebut belum memperoleh honorarium. Kendati demikian, kata dia, “Untuk makan dan minum ada.”

“Kita rencanakan yang PNS memang tidak memperoleh honorarium tapi hanya untuk petugas non-PNS,” kata Dewan Ansari, Senin, 27 April 2020.

Posko Covid-19 tersebut sudah beroperasi semenjak 17 Maret 2020. Adapun kegiatan yang telah dilakukan dalam 2 bulan ini, yaitu penyemprotan disifektan, patroli serta penyampaian himbauan, dan penjemputan pasien.

Kepala BPBD Dewan Ansari mengatakan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19 yang  telah dicairkan senilai Rp 2,8 miliar dari total BTT Rp 5,2 miliar dalam APBK Pidie 2020.

“Dinkes Pidie Rp 1,2 miliar, RSUD Tengku Chik Ditiro Rp 640 juta, dan RSUD Abdulah Syafi'i Rp 300 juta. Sisanya di BPBD untuk operasional seperti makan dan minum. Laporan yang saya terima, yang sudah terealisasi: Dinkes Rp 483 juta lebih, RSUD Tengku Chik Ditiro Rp 159 juta, dan RSUD Abdulah Syafi'i Rp 185 juta lebih untuk 140 set APD,” kata Dewan Ansari.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Efendi SSos MKes mengatakan anggaran BTT yang telah direalisasikan, dengan Dinas Kesehatan Pidie sebagai satuan kerja (Satker), ialah untuk biaya operasional Posko Covid-19 sejak Maret 2020, pengadaan 25 set pakaian hazmat, dan pengadaan 30 set tempat cuci tangan.

“Untuk baliho, disifektan dan peralatan penyemprotan disinfektan seperti sepatu, baju, serta jerigen,” kata Efendi, Senin, 27 April 2020.

Sembako belum tersalurkan

Sembako dari Pemerintah Aceh untuk 8.069 keluarga di Pidie untuk April 2020 belum tersalurkan. Kepala Dinas Sosial Pidie Drs Muslim mengatakan belum semua minyak goreng, gula pasir, ikan kemasan, dan mie instan bantuan Pemerintah Aceh sampai ke Pidie. "Mie instan sudah masuk semua. Beras baru 30 ton masuk ke gudang. Malam ini masuk 30 ton, dan malam besok masuk 20 ton lagi. Setelah sampai semua ke gudang, dilakukan serah terima kepada Bupati Pidie, baru kemudian disalurkan pada keluarga penerima manfaat," kata dia, Senin, 27 April 2020.

Di samping itu, posko penanganan Covid-19 di tingkat gampong di Pidie rata-rata belum dibangun dan jumlah gampong yang telah menyelesaikan APBG 2020 serta telah mencairkan dana desa tahap pertama juga masih minim. []

Loading...