Angka Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Pidie Mencurigakan

·
Angka Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Pidie Mencurigakan
Ilustrasi puskesmas. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co--Retribusi pelayanan jasa kesehatan merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang paling tinggi dalam kelompok retribusi jasa umum dalam APBK Pidie tiap tahun. Rencana pendapatan 26 puskesmas, sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), di Pidie berupa retribusi pelayanan kesehatan yang berasal dari Jaminan Sosial Nasional Kesehatan, sebesar Rp 34 hingga Rp 36 miliar per tahun. Namun, tidak ada penjelasan pendapatan tersebut berasal dari Dana Kapitasi atau Dana Non Kapitasi.

Pemerintah menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Terdapat dua jenis dana yang dikelola bersama, yaitu Dana Kapitasi dan Dana Non Kapitasi.

Dana Kapitasi merupakan besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Sedangkan Dana Non Kapitasi merupakan pembayaran yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan sehubungan dengan pemberian jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang telah diberikan.

Prosedur pengelolaan, pencatatan, dan pembukuan kas di bendahara Dana Kapitasi JKN seharusnya dilaksanakan berjenjang berdasarkan laporan realisasi pendapatan bendahara FKTP yang disetujui oleh kepala FKTP. Laporan dari Kepala FKTP tersebut diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk selanjutnya dibuatkan Surat Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B). Kemudian berdasarkan SP3B tersebut, BUD mengeluarkan Surat Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP2B). SP2B ini akan menjadi dasar pembukuan dan pencatatan Dana Kapitasi JKN di Kas Daerah.

Yang terjadi selama bertahun-tahun, seluruh Puskesmas, selaku FKTP di Pidie, tidak melaksanakan pelaporan secara berjenjang untuk mendapatkan pengesahan dan menjadi dasar pencatatan di laporan keuangan.

Selain itu, realisasi pendapatan Dana Kapitasi di Pidie dicatat sebagai penerimaan retribusi pelayanan kesehatan. Padahal seharusnya pendapatan tersebut dicatat dalam akun lain-lain PAD yang sah.

Tak hanya itu, rekening giro dana non kapitasi Puskesmas juga masih dikenakan pajak atas pendapatan bunga rekening.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie Efendi SSos MKes mengatakan, pihaknya selalu melakukan pengawasan dan evaluasi agar Puskesmas-Puskesmas di Pidie melakukan pelaporan secara berjenjang dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Tetap kita lakukan penertiban. Kita kirim surat dan kita peringatkan. Selain mengirim surat, kita juga mengevaluasi ke lapangan. Pencatatan pelaporan tetap sesuai mekanisme yang ada, namun dalam pelaksanaan itu tentu ada sedikit kekurangan di sana-sini. Tapi tetap kita perbaiki,” kata dia pada sinarpidie.co, Senin, 11 November 2019. []

Komentar

Loading...