Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Ketua DPRA: Kami sedang Bahas Skema Perlindungan Mereka

·
Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Ketua DPRA: Kami sedang Bahas Skema Perlindungan Mereka
Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin.

sinarpidie.co— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dahlan Jamaluddin, merasa prihatin dengan tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh, di mana hampir setiap bulan, berita-berita tersebut muncul di media massa di Aceh. "Yang terbaru adalah kasus pemerkosaan terhadap tiga anak yang dilakukan tiga laki-laki di Banda Aceh. Selanjutnya kasus pemerkosaan terhadap seorang ibu dan pembunuhan terhadap anaknya yang terjadi di Aceh Timur. Keselamatan terhadap anak-anak di Aceh saat ini terancam. Padahal, anak-anak adalah pemilik masa depan Aceh,” kata Dahlan Jamaluddin, Senin, 12 Oktober 2020, lalu.

Dia mengatakan bahwa mayoritas pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh adalah orang-orang terdekat korban. Di tengah kondisi tersebut, dia meminta agar aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku. Hukuman yang diberikan tersebut juga harus memperhatikan kondisi korban, termasuk perlindungan secara psikologis setelah terjadinya kekerasan.

Dahlan juga meminta Pemerintah Aceh untuk memperkuat perlindungan terhadap anak di Aceh. “Penguatan tersebut bisa dilakukan dengan mengonsolidasi semua pihak terkait yang ada di Aceh," sebutnya.

Baca juga:

Saat ini, kata Dahlan, DPRA sedang mendorong para pihak yang ada di Aceh untuk melahirkan sebuah skema perlindungan terhadap perempuan dan anak. “Para pihak itu adalah Pemerintah Aceh, Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Tinggi, Majelis Permusyawaratan Ulama, Majelis Adat Aceh, dan juga Mahkamah Syariah,” urainya.

Hal utama yang dibahas adalah terkait pemberian keadilan secara substantif kepada korban kekerasan dan juga pemberian efek jera terhadap pelaku. “Dalam waktu dekat, kita akan duduk lagi membahas permasalah ini. Nantinya akan kita buat draft kesepakatan bersama para pihak. Kita akan terus dorong ini demi keselamatan perempuan dan anak-anak kita, generasi penerus di Aceh,” kata Dahlan Jamaluddin. []

Loading...