Kuliner

Aneka Varian Martabak Zulfikar

·
Aneka Varian Martabak Zulfikar
Zulfikar, 37 tahun, warga Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Martabak telur yang diracik Zulfikar, 37 tahun, warga Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, agak berbeda dengan martabak-martabak telur lainnya. Zulfikar dapat meracik martabak telur dengan komposisi udang, ikan, daging, tiram, kerang dan mie instan.

"Yang terpenting tepung harus diolah selembut mungkin. Saya tidak menaruh canai duluan kemudian menuangkan telur, tapi saya lebarkan tepungnya bersamaan dengan menuangkan telur baru kemudian dibalut, karena kalau tidak begitu, baik daging maupun udang, tumpah keluar," kata dia, Minggu, 3 Mei 2020.

Zulfikar mulai belajar mengolah tepung dan menjual martabak saat masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Pangwa.

Namun, ia mulai merintis usahanya secara serius semenjak tamat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Meureudu pada 2001 silam.

"Resep martabak saya ini sudah turun temurun," katanya.

Bertahun-tahun, ia berpindah rak dagangan dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya dari Meureudu hingga ke Beuracan.

Kini, Zulfikar berjualan martabak di sebuah kedai kopi di Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Rak martabaknya seukuran 8 x 120 cm.

Kendati berjualan di Pangwa, sejumlah langganannya tetap mengincar martabak racikannya itu.

"Ada pembeli yang dari Ulee Glee, Ulim, Meurah Dua, Meureudu dan Trienggadeng. Setiap hari lakunya sekitar 350 telur (satu telur satu martabak-red). Penghasilan bersih setelah potong modal sekitar Rp 800 ribu per hari. Itu kalau kondisi normal. Jika turun hujan, omzet juga turun," katanya.

Zulfikar mengolah bahan-bahan martabak seperti bawang prei, wartel, daun bawang, daun seledri, tepung, dan mentega di rumah.

"Sebenarnya enak atau tidak martabak tergantung pada remasan tepung. Namun ini resep rahasia yang sudah turun temurun di keluarga kami. Tidak boleh saya sampaikan," ujarnya. []

Loading...