Alokasi Dana Desa untuk Pidie tahun 2020 Meningkat Rp 100 M Lebih Dibanding Tahun Lalu

·
Alokasi Dana Desa untuk Pidie tahun 2020 Meningkat Rp 100 M Lebih Dibanding Tahun Lalu
Penyerahan secara simbolis pagu indikatif DD dan ADD di Gedung Pidie Convention Center, di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Pidie, Kamis, 16 Januari 2020. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pagu indikatif Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Pidie pada tahun 2020 sebesar Rp 717.260.612.550 atau mengalami peningkatan mencapai Rp 100 miliar lebih dibandingkan tahun 2019 di mana pagu DD dan ADD Pidie sebesar Rp 612.780.329.046. Pagu tersebut terdiri dari DD Rp 532.604.866.000, ADD Rp 182.168. 422.320, Pajak Daerah Rp 1.811.759.750, dan Retribusi Daerah Rp 675.564.480.

Kepala Bidang Mukim dan Gampong pada Dinas Pemberdayaan Mukim dan Gampong (DPMG) Pidie Munandar SSTP mengatakan Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie, ialah gampong penerima pagu DD dan ADD tertinggi tahun 2020, yakni mencapai Rp 2.509.995.920. Sementara, Gampong Mee, Kecamatan Peukan Baro, merupakan gampong penerima pagu DD dan ADD terendah tahun ini  di Pidie, yaitu Rp 887.745.720.

“Perhitungan pagu tertinggi  dan terendah dihitung oleh Kemeterian Keuangan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205 tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Desa,” kata Munandar, Kamis, 16 Januari 2020.

Bupati Pidie Roni Ahmad SE, saat menyerahkan secara simbolis pagu indikatif DD dan ADD di Gedung Pidie Convention Center, di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Pidie, mengatakan memasuki tahun keenam pengimplementasian DD dan ADD, pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun 2020 harus lebih baik dan memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kata Bupati lagi, pada tahun 2020, peningkatan besaran jerih perangkat gampong berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2019 dan  pola penyaluran DD dari rekening kas umum negara langsung ke rekening kas umum gampong (RKUG) harus sejalan dengan peningkatan pelayanan masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, penambahan jerih keuchik dan perangkat ini dananya bersumber dari penambahan APBN. Kalau hanya dari APBK, kita juga tidak sanggup seperti yang diatur oleh PP tersebut. Namun demikian untuk TPG juga kita naikkan semampu kita, walaupun masih jauh dari harapan. Mudah-mudahan kalau kondisi keuangan kita membaik, akan segera kita perbaiki juga,” kata Bupati Roni. []

Komentar

Loading...