Aliansi BEM Pidie Gelar Aksi Tolak Omnibus Law di Gedung DPRK

·
Aliansi BEM Pidie Gelar Aksi Tolak Omnibus Law di Gedung DPRK
Tiga ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Pidie berunjuk rasa menolak Omnibus Law ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK ) Pidie, Senin, 19 Oktober 2020. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co - Tiga ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Pidie berunjuk rasa menolak Omnibus Law ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK ) Pidie, Senin, 19 Oktober 2020. Mereka tercatat sebagai mahasiswa Unigha, Stikes Medika Nurul Islam Sigli, dan STIT Al Hilal Sigli.

Mereka semula berkumpul di beberapa titik: mahasiswa Unigha berkumpul di Kampus Gle Gapui, sedangkan mahasiswa Stikes dan Al-Hilal Sigli berkumpul di kampus mereka di Keunirei, Kecamatan Pidie.

Koordinator aksi, Aqsa Buana, mengatakan pihaknya menuntut DPRK Pidie untuk menolak UU Omnibuslaw. Menurutnya, UU tersebut disahkan secara cacat prosedural. "Kami meminta DPRK Pidie, melalui surat petisi, untuk menolak UU Omnibus Law,"  kata dia.

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Wakil ketua DPRK Pidie Fadli A Hamid, dan beberapa anggota DPRK keluar dari gedung DPRK Pidie untuk menemui para pengunjuk rasa dan mendengar aspirasi mereka.

Salah seorang peserta aksi yang berorasi, Liza, mengatakan, UU Omnibus Law sangat merugikan buruh, termasuk buruh perempuan. "Oleh karena itu, secara  tegas kita menolak UU Omnibus Law," kata Liza. []

Loading...