Aktivitas Turun ke Sawah di Kecamatan Mutiara Ditandai dengan Kenduri Blang

·
Aktivitas Turun ke Sawah di Kecamatan Mutiara Ditandai dengan Kenduri Blang
Ratusan petani di Kecamatan Mutiara, Pidie, melaksanakan tradisi kenduri blang atau kenduri turun sawah musim tanam rendengan 2019-2020 di Irigasi Keumala, Minggu 15 September 2019.

sinarpidie.co--Ratusan petani di Kecamatan Mutiara, Pidie, melaksanakan tradisi kenduri blang atau kenduri turun sawah musim tanam rendengan 2019-2020 di Irigasi Keumala, Minggu 15 September 2019.

 

Keujruen Syik Kecamatan Mutiara, Pidie, Drs Jailani, mengatakan, pihaknya kenduri turun sawah rutin dilakukan setiap tahun.

Tujuannya, kata dia, untuk menjaga kekompakan sesama petani.

"Kenduri ini sebagai tanda bahwa dimulainya aktivitas turun sawah secara serentak. Selanjutnya, para petani sudah bisa melakukan aktivitas tebus-menebus gadai sawah dan memulai aktivitas pembersihan sungai," kata dia. “Yang menjadi persoalan petani tiap tahun adalah masalah kekurangan pupuk. Itu hal yang harus dipikirkan oleh pemerintah, itu yang menjadi masalah petani setiap tahunnya."

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mutiara, Mansur SP, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, jadwal turun sawah secara serentak diperlukan untuk menghindari dampak serangan hama.

"Dengan menanam serantak hama tidak akan fokus di satu titik lokasi sawah. Setelah itu, perlu juga diketahui bahwa jenis benih yang akan ditanam itu benih yang tahan terhadap serangan hama penyakit," kata Mansur SP. "Kita menganjurkan penggunaan benih bersertifikat seperti Inpari 16 dan 32."

Dalam beberapa tahun belakangan, sebutnya, produktivitas tanaman padi di Kecamatan Mutiara berdasarkan hasil sample ubinan sekitar 7,2 ton per hektare.

"Jumlah luas tanam di kecamatan Mutiara seluas 1.068,56 hektare,” kata Mansur SP.

Mantri Tani Kecamatan Mutiara, Pidie, Ir M Fathullah mengatakan, pada musim tanam rendengan 2019-2020, Kecamatan Mutiara memperoleh alokasi pupuk bersubsidi yang terdiri dari pupuk Urea sebanyak 641.136 kg, pupuk SP36 480.852 kg, pupuk ZA 320.568 kg, pupuk NPK 961.704 kg, pupuk Organik 1.602.341 kg.

“Jumlah tersebut berdasarkan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi Kecamatan Mutiara yang akan diterima oleh 29 kelompok tani di Kecamatan Mutiara,” kata Ir M Fathullah. [] 

Komentar

Loading...