ADG bagi Gampong yang Telah Mencairkan DD Tahap I belum Disalurkan

ADG bagi Gampong yang Telah Mencairkan DD Tahap I belum Disalurkan
Kantor DPMG Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Sejumlah keuchik gampong di Pidie yang telah mencairkan Dana Desa (DD) tahap pertama mengeluhkan Alokasi Dana Gampong atau ADG belum disalurkan sehingga mereka belum bisa menyalurkan gaji perangkat gampong, jerih imum meunasah, tuha peut, dan santunan untuk anak yatim.

Keuchik Gampong Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie, Khairil Anwar, mengatakan hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab belum dicairkannya ADG. "Para imum meunasah, bilal, dan tuha peut di gampong kami sudah bertanya-tanya, kapan jerih disalurkan,” kata Khairil Anwar, Jumat, 15 Mei 2020 lalu.

Keuchik Gampong Bale Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie, Rasyidin mengatakan hal yang sama. “Sampai sekarang, sudah saya cek ke rekening belum masuk dana ADG,” kata Rasyidin, Jumat, 15 Mei 2020.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan (BPKK) Pidie Mustafa SE MSi mengatakan pencairan ADG ke RKUG gampong yang telah mencairkan dana desa tahap pertama sedang dalam proses pengajuan. “Keterlambatan tersebut karena refocussing kegiatan dan realokasi anggaran penanganan Covid-19,” kata dia, Minggu, 17 Mei 2020.

Baca juga:

Sebelumnya, pagu indikatif Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Pidie pada tahun 2020 sebesar Rp 717.260.612.550 atau mengalami peningkatan mencapai Rp 100 miliar lebih dibandingkan tahun 2019 di mana pagu DD dan ADD Pidie sebesar Rp 612.780.329.046.

Pagu tersebut terdiri dari DD Rp 532.604.866.000, ADD atau ADG Rp 182.168. 422.320, Pajak Daerah Rp 1.811.759.750, dan Retribusi Daerah Rp 675.564.480.

Pagu Dana Desa (DD) dari APBN untuk Pidie yang semula Rp 532.604.866.000 dipangkas Rp 7.889.110.000 menjadi 524.715.756.000. “Pagu ADD atau ADG masih tetap atau tidak mengalami penyesuaian,” kata Kepala BPKK Pidie Mustafa SE MSi.

Per Jumat, 15 Mei 2020 pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie mencatat 300 gampong dari total 730 gampong di Pidie sudah menyelesaikan APBG tahun anggaran 2020. Sementara, jumlah gampong yang sudah mencairkan dana desa tahap pertama tercatat sebanyak 175 gampong.

Kepala Bidang Pemerintahan Mukim dan Gampong pada DPMG Pidie Munandar SSTP mengatakan gampong-gampong yang telah menyelesaikan APBG tahun anggaran 2020 tetapi DD atau DG belum disalurkan ke RKUG karena terkendala kesalahan administrasi. "Seperti tidak melampirkan peraturan kepala desa mengenai penetapan keluarga manfaat BLT desa sesuai dengan PMK nomor 40 tahun 2020," kata Munandar, Minggu, 17 Mei 2020. []

Loading...