Aceh Didera Krisis Ketersediaan dan Pemanfaatan Lahan

·
Aceh Didera Krisis Ketersediaan dan Pemanfaatan Lahan
Pabrik kelapa sawit milik PT Agra Bumi Niaga di Peunaron, Aceh Timur berbatasan dengan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Koordinat GPS: N 4°34’32.59″ E 97°37’8.65″. Sumber foto: RAN.

sinarpidie.co – Luas Aceh adalah 57.956,00 kilometer persegi atau 5.795.600 hektare, di mana 3.563.813 hektare di antaranya tercatat sebagai kawasan hutan: wilayah konservasi daratan 1.057.628 hektare, hutan lindung (HL) 1.794.350 hektare, hutan produksi terbatas (HPT) 145.384 hektare, hutan produksi (HP) 551.073 hektare, dan hutan produksi konversi (HPK) 15.378 hektare.

“Dengan kata lain, lebih dari setengah luasan Aceh adalah kawasan hutan,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dalam diskusi “Bicara Tanah di Hari Tani” yang digelar oleh LBH Banda Aceh, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), dan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Kamis, 23 September 2021.

Per 2018, data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menunjukkan bahwa penggunaan lahan untuk perkebunan rakyat mencapai 837.542 hektare, yang terdiri dari 12 jenis komoditas. Sementara, lahan untuk perkebunan besar yang dikelola dan dikuasasi oleh 146 perusahaan mencapai 232.423,77 hektare.

“Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan, dari total luasan lahan konsesi yang dikuasasi investor tersebut, pemodal komoditas kelapa sawit mengantongi konsesi paling luas, yaitu 219.322,44 hektare. Lima komoditas perkebunan lain, selain sawit, hanya 13.101,33 hektare. Selain dalam bidang perkebunan, investasi sumber daya alam pertambangan juga memakan banyak lahan di Aceh. Sampai saat ini, terdapat 28 izin pertambangan dengan luas areal mencapai 62.112 hektare,” tutur Syahrul, menjelaskan.  “Penggunaan lahan di Aceh dari sektor perkebunan dan pertambangan adalah 1.132.077,77 hektare.  Dari total daratan Aceh 5.795.600 hektare, dikurangi dengan total kawasan hutan 3.563.813 hektare lalu dikurangi dengan penggunaan lahan perkebunan dan pertambangan 1.132.077,77 hektare, sisa lahan di Aceh adalah 1.099.709,23 hektare.”

Baca juga:

Sisa lahan ini, sebut Syahrul, belum termasuk penggunaan lahan untuk fasilitas umum, fasilitas pemerintahan, dan pemukiman penduduk. "Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Aceh telah berada dalam kondisi krisis lahan," tutur Syahrul. "Karena, menurut data Badan Pusat Statistik atau BPS, pertumbuhan penduduk di Aceh setiap tahunnya mengalami peningkatan 1, 56 persen. Pertumbuhan populasi penduduk Aceh ini tentunya tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan tanah sebagai sektor dasar penopang kehidupan."

Selain mengalami krisis ketersedian, penggunaan dan pemanfaatan lahan, Aceh juga penuh dengan konflik perampasan lahan. “Setidaknya, sejak tahun 2012 sampai dengan 2021, LBH Banda Aceh sedang melakukan advokasi kasus lahan wilayah kelola masyarakat yang dirampas oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh. Masyarakat kehilangan 2.634 hektare wilayah kelola mereka. Korban akibat konflik perampasan lahan tersebut mencapai 3.779 jiwa. Selain itu juga terdapat 58 orang korban kriminalisasi, dipenjara atas laporan perusahaan akibat mempertahankan tanah kelola mereka. Tidak hanya itu, penderitaan yang dalami oleh masyarakat korban pun lebih kejam, terdapat 9 orang yang diculik secara paksa, untuk diminta melepaskan lahan yang sedang mereka kelola.”

Konflik lahan di Aceh


  • Aceh Tamiang

PT Rapala dan masyarakat 4 desa (Desa Paya Rahat Kecamatan Banda Mulia, Desa Tengku Tinggi, Desa Tanjung Lipat I,  dan Tanjung Lipat II)

  • Luas Lahan yang dirampas: 144 hektare
  • Jumlah total korban: lebih kurang 1.500 jiwa
  • Jumlah korban kriminalisasi: 12 orang
  • Jumlah korban penculikan: 9 orang

PT Rapala dan Desa Pekebunan Sungai Iyu

  • Luas lahan yang dirampas: 1 desa (10 hektare)
  • jumlah total korban: 120 orang
  • Jumlah korban kriminalisasi: 25 Orang
  • Bireuen

PT Syaukath Sejahtera dan Masyarakat Krueng Simpoe

  • Luas tanah yang dirampas: 190 hektare
  • Jumlah total korban: 30 orang
  • Jumlah korban kriminalisasi: 17 orang
  • Nagan Raya

PT Fajar Baizury and Brother dan masyarakat Cot Mee

  • Luas tanah yang dirampas: 300 hektare
  • Jumlah Total Korban: 1. 129 orang
  • Jumlah korban kriminalisasi: 4 orang
  • Aceh Barat Daya

PT Dua Perkasa Lestari dan masyarakat Babahroot

  • Luas tanah yang dirampas: 2.000 hektare
  • Jumlah total korban: 1. 000 orang

 

Loading...