975 Persil Tanah Milik Pemerintah Aceh Belum Miliki Sertifikat

·
975 Persil Tanah Milik Pemerintah Aceh Belum Miliki Sertifikat
Ilustrasi sertifikat tanah. Sumber ilustrasi: galamedianews.com.

sinarpidie.co— Hampir seribu persil atau bidang tanah milik Pemerintah Aceh belum bersertifikat. Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) mencatat, per 23 Juli 2019, dari 1.219 persil tanah, hanya 202 di antaranya yang telah memiliki sertifikat asli, sedangkan 42 lainnya merupakan sertifikat fotocopi. Sisanya, 975 persil tanah sama sekali tidak memiliki sertifikat.

Progress atau realisasi sertifikasi tanah milik Pemerintah Aceh juga dapat dikatakan seret. Di samping itu, terdapat perbedaan data jumlah persil tanah yang telah bersertifikat cukup signifikan antara data BPKA per 23 Juli 2019 dan data yang termaktub dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Aceh.

Pada 2015, BPK, misalnya, mencatat dari 936 aset tanah yang dimiliki Pemerintah Aceh, hanya 264 bidang tanah yang bersertifikat. Pada 2016 tercatat peningkatakan menjadi 291 bidang tanah yang telah bersertifikat. Lalu, pada 2017, BPK mencatat per Desember tahun itu, Pemerintah Aceh memiliki 947 persil tanah, tapi yang bersertifikat hanya 248 persil dengan sertifikat asli dan 48 persil tanah hanya mengantongi sertifikat fotocopi.

Baca juga:


Kepala Bidang Aset pada BPKA Yudiza Irvan Setiawan SSTP MEc Dev enggan menjawab pertanyaan seretnya realisasi sertifikasi tanah milik Pemerintah Aceh dan adanya perbedaan angka jumlah tanah yang telah memiliki sertifikat: dari 240 bidang tanah yang memiliki sertifikat asli pada 2017 menjadi 202 persil tanah yang memiliki sertifikat asli pada 2019. “Data dari mana itu dan untuk apa? Mengenai hal itu bisa langsung dikonfirmasi dengan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi-red) karena semuanya satu pintu,” kata Kepala Bidang Aset pada BPKA Yudiza Irvan Setiawan SSTP MEc Dev, Selasa, 9 Juni 2020 pada sinarpidie.co melalui telepon selular. []

Loading...