61 Keuchik di Pidie Terperosok dalam Aplikasi Bodong PT Prima Media Karya

·
61 Keuchik di Pidie Terperosok dalam Aplikasi Bodong PT Prima Media Karya
Sumber ilustrasi: bantarsari.desa.id.

Direktur PT Prima Media Karya M Faldi Anshar berdalih belum terealisasinya aplikasi tersebut secara fisik, meski tahun anggaran 2018 dan 2019 telah berlalu dan anggaran telah ia tarik 100 persen, karena para keuchik belum menyampaikan berkas ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Ia diduga sengaja mencatut Kominfo untuk bersembunyi di balik praktik aplikasi bodong tersebut.

sinarpidie.co--Jika sebelumnya jasa pembuatan Sistem Aplikasi Pelayanan Profil Gampong (SIAPGAM) 10 gampong di Kecamatan Tangse, Pidie, pada tahun anggaran 2018 lalu tak terealisasi secara fisik meskipun anggaran untuk jasa pembuatan aplikasi tersebut teralisasi 100 persen, --di mana 10 gampong tersebut rata-rata menganggarkan Rp 20.800.000 per gampong--jasa pembuatan aplikasi serupa  di Kecamatan Titeue yang juga dikerjakan oleh PT Prima Media Karya bernasib serupa alias bodong. Jumlah gampong di Kecamatan Titeu terperosok ke dalam program bodong ini sebanyak sebelas gampong di mana setiap gampong menganggarkan Rp 19 juta dalam APBG mereka. Tak hanya di Kecamatan Titeue, di Kecamatan Padang Tiji, pada tahun anggaran 2019, 40 gampong menganggarkan dana sebesar Rp 20 juta lebih untuk jasa pembuatan aplikasi SIAPGAM pada PT Prima Media Karya.

Keuchik Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Titeu, Pidie, Samsol mengatakan aplikasi tersebut hingga kini belum terealisasi secara fisik, sedangkan anggaran untuk jasa pembuatan aplikasi SIAPGAM itu sudah dibayarkan 100 persen.

“Jika aplikasi itu tidak selesai dan tidak berfungsi kami akan menuntut pengembalian uang. Karena ini uang masyarakat,” kata Samsol, Jumat, 10 Januari 2019.

Camat Titeue Ir Jakfar membenarkan bahwa di Kecamatan Titeu sebanyak 11 gampong menganggarkan anggaran dalam APBG mereka untuk aplikasi tersebut. “Nanti saya akan panggil keuchik untuk menanyakan soal itu. Saya tidak mengetahui sudah sampai di mana program tersebut berjalan,” kata Ir Jakfar, Jumat, 10 Januari 2020.

Brosur aplikasi SIAPGAM. Dok. sinarpidie.co.

Operator Gampong Pulo Hagu Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Zakaria mengatakan aplikasi SIAPGAM di gampongnya belum terealisasi secara sempurna tapi sudah bisa difungsikan.

“Pelatihan pembuatan aplikasi itu dilakukan sebanyak tiga kali. Pelatihan pertama digelar pada bulan Oktober 2019. Sekarang websitenya sudah bisa dibuka di alamat pulohagutanjong.desa.id,” kata dia, Jumat, 10 Januari 2020.

Baca juga:

Direktur PT Prima Media Karya M Faldi Anshar mengatakan belum terealisasinya aplikasi tersebut secara fisik, walau tahun anggaran 2018 dan 2019 telah berlalu dan anggaran jasa pembuatan aplikasi tersebut di gampong-gampong di Kecamatan Tangse, Titeue, dan Padang Tiji telah ditarik 100 persen, karena para keuchik tersebut belum menyerahkan berkas yang diperlukan untuk melakukan pengurusan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Beberapa gampong ada juga yang sudah berfungsi. Kalau Kecamatan Padang Tiji sudah lebih 10 gampong bisa diakses websitenya,” kata Faldi. “Sekarang akan kita upayakan terus pengerjaannya agar cepat selesai."

Komentar

Loading...