60 Hektare Sawah di Kecamatan Batee dan Pidie Kerap Gagal Panen Tiap Musim Tanam Rendengan

·
60 Hektare Sawah di Kecamatan Batee dan Pidie Kerap Gagal Panen Tiap Musim Tanam Rendengan
Embung Blang Puuk di Gampong Cut Calong, Kecamatan Batee, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co - Memasuki musim tanam rendengan, sejumlah petani di Kecamatan Pidie dan Kecamatan Batee tak bisa tidak dibuat cemas memikirkan padi di sawah tadah hujah, yang hanya mengandalkan curah hujan, akan berhasil dipanen atau tidak. Mereka adalah para petani yang memiliki sawah di Blang Calong Cut seluas 33 hektare, Blang Cot Beulangan seluas 20 hektare, Blang Lhok seluas 35 hektare, dan Blang Pakeh seluas 15 hektare.

Tak heran jika dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, para petani di sana memilih tidak melakukan aktivitas pertanian karena sawah mereka sering mengalami gagal panen meski mereka turun ke sawah hanya setahun sekali.

Meski musim tanam rendengan dimulai sejak November 2021 hingga Maret 2022,  petani di sana memilih memulai aktivitas pertanian pada Januari 2021.

Muhammad, 63 tahun, Warga Gampong Alue, Kecamatan Pidie, mengatakan karena tidak adanya air yang mengairi saluran irigasi yang di sawah miliknya di Cot Beulangan, hasil panen di sawahnya pun tidak pernah maksimal dan menggembirakan. "Sawah akan kekurangan air bahkan kering saat umur padi mencapai 60 hari. Padahal fase itu adalah fase reproduktif. Akibatnya, kebanyakan padi yang dipanen kosong," katanya, Jumat pekan lalu.

Keuchik Gampong Paya Linteung, Kecamatan Pidie, Hasanusi, mengatakan bahwa akibat terus mengalami kegagalan panen, bertani bukan lagi menjadi sumber mata pencarian di gampong tersebut. "Kami berharap Pemkab Pidie, melalui dinas terkait, segera mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut," kata Hasanusi.

Ada beberapa sumber air yang sebenarnya dapat digunakan untuk mengairi 60 hektare sawah di Kecamatan Pidie dan Kecamatan Batee tersebut, di antaranya Embung Blang Puuk yang terletak di Gampong Cut Calong, Kecamatan Batee, Embung Paya Papeun di Gampong Teupin Raya, Kecamatan Batee, dan air pada saluran irigasi yang bersumber dari Krueng Paloh yang pintu airnya terletak di Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong.

Namun Embung Paya Papeun kini telah mengalami kedangkalan, sedangkan saluran irigasi di Gampong Gintong, Kecamatan Grong-Grong telah rusak. Hanya Embung Blang Puuk yang masih berfungsi meski dengan debit air yang terbatas.

Keujreun Blang Gampong Cut Calong, Boyhaki, 38 tahun, mengatakan bahwa  Embung Blang Puuk tersebut hanya mampu mengairi sawah-sawah di Blang Calong Cut. "Baru tahun kemarin bisa digunakan kembali, dan airnya sangat terbatas. Hanya cukup untuk mengairi 30 hektare sawah di Calong Cut," katanya. []

Loading...