47 Paket Pembangunan Rumah Pascagempa 2016 di Pijay Ditender

·
47 Paket Pembangunan Rumah Pascagempa 2016 di Pijay Ditender
Capture lelang rumah pascagempa tahap III pada laman LPSE Pidie Jaya.

sinarpidie.co— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya melelang 47 paket rumah pascabencana gempa bumi pada tahun anggaran 2020. Total rumah yang akan dibangun tahun ini lewat 47 paket yang ditender tersebut berjumlah 711 unit, yang tersebar dalam delapan kecamatan di Pidie Jaya dengan pagu anggaran Rp 63 miliar.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya Okta Handipa ST MArch mengatakan saat ini seluruh proses tender 47 paket tersebut telah memasuki tahap akhir, lalu pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan pada Juni 2020.

“Target realisasi fisik selesai pada November 2020. Jangka waktu pembangunan selama enam bulan,” kata Okta pada sinarpidie.co, Minggu, 31 Mei 2020.

Pemerintah kabupaten setempat mencatat 17.565 rumah rusak ringan, 3.293 rumah rusak sedang dan 3.292 rumah rusak berat pascagempa pada 2016 silam. Rumah rusak ringan mendapatkan bantuan Rp350 ribu, rusak sedang Rp 20 juta, dan rusak berat Rp 85 juta.

Sebelumnya, pada tahap pertama dan tahap kedua, pelaksanaan pembangunan rumah pascagempa 2016 di Pidie Jaya dilakukan secara swakelola padat karya dengan melibatkan 227 kelompok masyarakat (Pokmas) dan konsultan manajemen rehabilitasi dan rekonstruksi sektor permukiman berbasis masyarakat. Sementara, anggaran yang sebelumnya digelontorkan untuk konsultan manajemen rehabilitasi dan rekonstruksi sektor permukiman berbasis masyarakat (wilayah I) Rp 6,9 miliar dan wilayah II Rp 6,9 miliar. Anggaran sebesar Rp 13 miliar tersebut di luar anggaran yang diperuntukkan untuk pembangunan rumah warga.

“Sebelumnya lewat skema Pokmas. Satu Pokmas terdiri dari 15 hingga 20 penerima rumah bantuan. Rumah dibangun secara swadaya oleh masyarakat penerima bantuan rumah. Namun di lapangan kendalanya saat itu sejumlah masyarakat penerima bantuan mengupah tukang atau diborong pada pihak ketiga. Di lain sisi, peran konsultan manajemen ialah memverifikasi dan memvalidasi data penerima rumah bantuan gempa dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Jadi mereka yang melakukan assessment. Mereka (konsultan) juga mengawasi proses pembangunan dan melakukan pendampingan,” kata Plt BPBD Pidie Jaya Okta Handipa ST MArch.

Sedikitnya 2.202 unit rumah dengan kategori rusak berat diklaim telah terealisasi pada tahap pertama pada 2018 lalu (Rp 187 miliar), dan pada tahap kedua di tahun 2019 telah dibangun 297 unit rumah (Rp 25 miliar).

Dana pembangunan rumah pascagempa dan biaya konsultan manajemen tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). []

 

Loading...