333 Transaksi Pencairan Beasiswa Covid-19 tak Didukung Bukti Transfer

·
333 Transaksi Pencairan Beasiswa Covid-19 tak Didukung Bukti Transfer
Sumber ilustrasi: liputan6.com.

sinarpidie.co - Pada tahun anggaran 2020, untuk penanganan Covid-19 di bidang sosial, Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk beasiswa pada mahasiswa senilai Rp 7.457.650.000.

Nilai bansos ini ditentukan Nova Iriansyah, yang saat itu menjabat sebagai Plt. Gubernur Aceh, melalui nota dinas: mahasiswa dalam negeri sebesar Rp 1.000.000, mahasiswa di Malaysia, Thailand, Brunei dan Singapura Rp 2.000.000, serta mahasiswa luar negeri lainnya sebesar Rp 2.500.000.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, sebagaimana yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh terhadap Kepatuhan atas Penanganan Pandemi Covid-19 Pemerintah Aceh Tahun 2020, menemukan 333 transaksi pencairan uang yang tidak didukung bukti transfer (STS) dengan nilai Rp 566.500.000.

Baca juga:

“Terdapat jeda waktu penyaluran sehari sampai enam hari sejak uang cair dari kas daerah ke rekening mahasiswa/i penerima bantuan sebesar Rp 438.000.000,” demikian tertuang di dalam LHP BPK Perwakilan Aceh terhadap Kepatuhan atas Penanganan Pandemi Covid-19 Pemerintah Aceh Tahun 2020.

Tidak dapat ditunjukkannya bukti transfer pada BPK membuat lembaga pemeriksa keuangan Negara ini meragukan bantuan tersebut telah ditransfer dan diterima oleh mahasiswa calon penerima. []

Loading...