11 Pemilik Kios Pengecer Adukan Uang Jaminan Tebus Pupuk pada DPRK Pidie

·
11 Pemilik Kios Pengecer Adukan Uang Jaminan Tebus Pupuk pada DPRK Pidie
Sebelas pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi di Pidie mendatangi Gedung DPRK Pidie, Rabu, 8 Januari 2020. Mereka mengeluhkan kebijakan salah satu distributor pupuk bersubsidi, PT Beuna Raseuki Transindo, yang meminta uang jaminan Rp 20 juta pada kios pengecer. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Sebelas pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi di Pidie mendatangi Gedung DPRK Pidie, Rabu, 8 Januari 2020. Mereka mengeluhkan kebijakan salah satu distributor pupuk bersubsidi, PT Beuna Raseuki Transindo, yang meminta uang jaminan Rp 20 juta pada kios pengecer.

"Kami, pengecer pupuk di Kecamatan Tangse, merasa sangat dirugikan dengan kebijakan distributor," kata Syahril, pengecer pupuk di Kecamatan Tangse.

Sementara, pengecer pupuk di Kecamatan Padang Tiji Mustika mengatakan kerap terjadi penyimpangan pelaporan pupuk bersubsidi yang dilakukan distributor.

“Jumlah pupuk yang masuk  lima ton, tetapi pada laporan penyaluran jumlahnya 20 ton. Ke mana dibawa 15 ton sisa pupuk tersebut? Yang nampak, itu kesalahan kios pengecer, sedangkan kesalahan distributor tidak nampak. Hal ini sangat kami sesalkan,” kata dia.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Zulfikar Ismail mengatakan sebelumnya pihaknya telah membuat pertemuan dengan PT Beuna Raseuki Transindo. Dalam pertemuan itu, kata dia, distributor tersebut menerapkan uang jaminan kios pengecer dalam jumlah yang bervariasi.

“Tergantung kesepakatan kios pengecer dan distributor. Kami tidak bisa intervensi karena itu persoalan antara keduabelah pihak,” kata dia.

Ketua komisi II DPRK Pidie Fauzi Jamil mengatakan pihaknya akan memanggil PT Beuna Raseuki Transindo dan Distanpang Pidie pada pekan depan untuk menyelesaikan keluhan para pengecer ini.

“Agenda pertemuannya sudah ditetapkan. Insya Allah minggu depan akan digelar pertemuan,” kata dia.

PT Beuna Raseuki Transindo merupakan distributor pupuk Urea bersubsidi untuk 30 kios pengecer yang tersebar di Kecamatan Tangse (312 ton pada 2019), Kembang Tanjong (501 ton pada 2019), Muara Tiga (215 ton pada 2019), Batee (210 ton pada 2019), Padang Tiji (516 ton pada 2019), dan Kecamatan Pidie (347 ton pada 2019).

Baca juga:

Direktur PT Beuna Raseuki Transindo, Moelki Mansur, pada sinarpidie.co mengatakan, kebijakan kios pengecer harus menyediakan uang jaminan sebesar Rp 20 juta pada 2020 mendatang merupakan kebijakan perusahaannya.

“Karena kita pada 2020 mendatang harus tertib administrasi. Selama ini memang sudah tertib. Tapi kita perlu jaminan ke depan. Hal itu karena untuk mendorong kios-kios pengecer agar mampu untuk tertib administrasi," kata Moelki Mansur, Minggu, 1 Desember 2019 lalu.

Uang sejumlah Rp 20 juta tersebut, kata dia, akan menjadi uang jaminan masa kerja pada 2020 mendatang. Kata dia lagi, kios pengecer yang tidak melakukan deposit uang sejumlah Rp 20 juta pada 2020 mengindikasikan kios tersebut tidak sehat dan penyaluran pupuk subsidi pada petani akan terhambat.

Kios pengecer menebus pupuk subsidi jenis Urea seharga Rp 93 ribu per sak 50 kilogram pada PT Beuna Raseuki Transindo. Harga tersebut termasuk ongkos kirim pupuk ke kios tapi belum termasuk ongkos bongkar. Lalu, kios pengecer menjual pupuk Urea bersubsidi tersebut seharga Rp 100 ribu hingga Rp 105 ribu per sak 50 kilogram pada petani. Sementara, PT Beuna Raseuki Transindo mendapatkan pupuk pada gudang lini II atau gudang produsen UPP PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Tijue, Pidie, seharga Rp 70.702 per sak 50 kilogram. []

Komentar

Loading...