1.043 Hektare Sawah di Pidie Terancam Gagal Panen

·
1.043 Hektare Sawah di Pidie Terancam Gagal Panen
Pintu air dan saluran irigasi di Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, Pidie, rusak. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co- Dinas Pertanian dan Pangan Pidie mencatat 1.043 hektare sawah petani di tiga kecamatan akan terdampak kekeringan jika pintu air dan saluran irigasi di Gampong Tangkueng, Kecamatan  Sakti, Pidie, tak segera diperbaiki.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie Ir Sofyan Ahmad mengatakan luas sawah petani di tiga kecamatan yang dialiri saluran irigasi tersebut ialah Kecamatan Mutiara 500 hektare, Kecamatan Kembang Tanjong 525 hektare, dan Kecamatan Sakti 18 hektare.

“Tanaman padi petani saat ini sudah berumur satu bulan dan ada juga yang sudah satu bulan lebih,” kata Ir Sofyan Ahmad pada sinarpidie.co, Minggu, 31 Mei 2020.

Imum Mukim Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Gama Toni mengatakan 50 petani di Kecamatan Kembang Tanjong melakukan gotong royong untuk memperbaiki pintu air yang jebol tersebut beberapa hari yang lalu.

“Pintu air sementara ini kami buat dengan memakai bambu dan kayu. Paling tidak sudah mampu bertahan selama seminggu. Tapi lebih bagus lagi, penanganan daruratnya itu harus menggunakan alat berat dan menggunakan batang pohon kelapa agar lebih tahan lama,” kata Toni Gama, Minggu, 31 Mei 2020.

Baca juga:

Gama Toni berharap, pemerintah segera melakukan penanganan darurat terhadap pintu air yang jebol itu karena kalau tidak, ribuan hektare sawah petani akan terancam kekeringan pada saat musim kemarau.

Diberitakan sebelumnya, pintu air dan saluran irigasi di Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, Pidie, yang merupakan bagian jaringan irigasi Baro Raya Keumala jebol karena diterjang air seiring meningkatnya debit air saat hujan deras yang mengguyur Pidie dua pekan yang lalu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pidie Ir Samsul Bahri MSi mengatakan penanganan irigasi tersebut merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera I. []

Loading...